Spesifikasi yang perlu dilihat dulu
- Harga rilis: Rp2.999.000
- SoC: MediaTek Dimensity 7060 (5G)
- Memori: 8 GB RAM, 256 GB storage, UFS 3.1
- Layar: 6,67 inci AMOLED, FHD+, 120Hz, punch-hole, under-display fingerprint
- Kamera belakang: 50MP (diklaim sensor Sony IMX752), tanpa OIS; kamera depan 8MP
- Baterai & isi daya: 5.000 mAh, 33W; charger dan kabel Type-C to Type-C dalam paket
- Fitur: stereo speaker, NFC, infrared blaster, hybrid dual-SIM, WiâFi 5, BT 5.2, tanpa audio jack 3,5 mm
- Software: Dido OS berbasis Android 15, beragam fitur AI bawaan
Kesimpulan cepat untuk pembeli sibuk
- Plus utama: layar AMOLED 120Hz terang, konektivitas lengkap (5G, NFC, IR), storage 256GB UFS 3.1, sensor sidik jari di layar, charger 33W dan kabel C-to-C dalam boks.
- Hal yang menahan: kualitas speaker pecah di volume tinggi, haptic feedback kurang presisi, kamera video 1080p 30fps dengan stabilisasi minim, dukungan HDR YouTube tidak aktif.
- Performa harian dan gaming menengah aman; Genshin di set menengah berjalan 30â45 fps dengan sesekali drop.
- Dido OS terasa ringan, namun masih ada bloatware dan beberapa elemen kurang intuitif.
- Worth untuk yang mengejar layar AMOLED 120Hz dan 5G lengkap di 3 jutaan; kurang pas bagi yang sensitif audio, haptics, dan kualitas video.
Posisi di pasar 3 jutaan: 5G, AMOLED, dan saingan langsung
Di harga 3 jutaan, ponsel ini masuk ceruk âlayar AMOLED 120Hz + 5Gâ yang kian ramai. Saingannya antara lain seri Hot/Hot Pro dari Infinix, lini Camon dari Tecno, serta opsi 5G ekonomis dari Motorola dan Redmi. Daya tarik utama di sini adalah kombinasi Dimensity 7060 dan storage 256GB UFS 3.1 yang belum lazim di brand lokal, plus paket penjualan masih menyertakan charger 33W dan kabel TypeâC to TypeâC.
Apa kata banyak reviewer tentang pengalaman pakai
Artikel ini merangkum temuan dari berbagai review YouTuber Indonesia: performa harian terasa lincah untuk sosmed, streaming, dan multitasking ringan. Benchmark sintetis masih inkonsisten di beberapa aplikasi, namun pengujian throttle CPU 30 menit relatif stabil. Untuk gaming, PUBG/Mobile Legends berjalan mulus pada set menengah; Genshin Impact rata-rata di kisaran 35â45 fps dengan drop sesekali di skenario berat.
Panel AMOLED 120Hz dinilai mulus dengan akurasi warna baik (mode Natural/Vivid) dan kecerahan yang cukup untuk pemakaian outdoor. Kekurangannya, pemutaran HDR YouTube tidak aktif. Speaker stereo diapresiasi karena hadir di kelas harga ini, tetapi sebagian reviewer mendapati distorsi dan âgemerisikâ di volume tinggi. Haptic feedback terasa seperti ponsel entry, belum memberi getar pendek dan presisi.
Kamera utama 50MP mampu menghasilkan foto siang hari yang layak untuk media sosial, dengan fokus cukup cepat. Dinamika masih terbatas; detail dan transisi autoâexposure belum halus, terutama di kondisi kontras tinggi. Video terkunci di 1080p 30fps tanpa OIS, sehingga rekaman mudah bergetar saat berjalan. Kamera depan 8MP memadai untuk video call, namun kualitas video dan stabilisasi standar.
Dari sisi desain, bodi tipisâringan dengan frame tegas nyaman digenggam, tetapi finishing belakang glossy mudah menangkap sidik jari. Fitur penunjang lengkap (NFC, IR blaster, underâdisplay fingerprint, gyro hardware). Dido OS berbasis Android 15 berjalan ringan; ada bloatware, dan tanpa aplikasi pinjol. Fitur AI seperti asisten suara, ringkasan panggilan, dan retouch tersediaâsebagian menilai implementasinya masih dasar, terutama kualitas suara asisten dan dukungan bahasa.
Poin plus yang paling sering disebut
- Layar AMOLED 120Hz mulus, warna oke, kecerahan outdoor memadai.
- Paket konektivitas lengkap: 5G, NFC, IR blaster, gyro hardware.
- Storage 256GB UFS 3.1 di harga 3 jutaan, plus charger 33W dan kabel CâtoâC.
- Sensor sidik jari di layar dan desain yang ringkasânyaman.
- Performa harian stabil; gaming menengah aman.
Catatan penting yang perlu diperhatikan
- Speaker stereo terdengar pecah di volume tinggi; kualitas audio belum rapi.
- Haptic feedback tidak presisi; rasa getar âmurahâ.
- Perekaman video terbatas 1080p 30fps, tanpa OIS; stabilisasi lemah.
- HDR YouTube tidak aktif meski panel AMOLED.
- Dido OS masih memuat bloatware dan beberapa menu kurang intuitif (mis. galeri default mengandalkan Google Photos).
- Tanpa audio jack 3,5 mm; slot hybrid.
Rekomendasi pemakaian: siapa sebaiknya memilih atau menghindar
- Cocok untuk: pengguna yang ingin layar AMOLED 120Hz, 5G lengkap, dan storage 256GB di harga hemat; pelajar/mahasiswa, pekerja mobile, dan gamer kasual.
- Tidak cocok untuk: pembuat konten video yang butuh stabilisasi dan 60fps; pengguna sensitif terhadap kualitas speaker dan haptic; pencinta audio kabel 3,5 mm.
Keputusan akhir: layak dibeli atau menunggu diskon?
Untuk budget 3 jutaan, paket fitur yang ditawarkan solid: AMOLED 120Hz, 5G Dimensity, UFS 3.1, NFC/IR, dan aksesori lengkap di boks. Kekurangannya juga jelasâaudio dan haptics di bawah ekspektasi, video terbatas, serta HDR YouTube yang absen. Jika prioritas Anda layar dan konektivitas, ini layak dipertimbangkan sekarang. Bila Anda lebih sensitif pada kualitas audio, haptics, dan video, sebaiknya menunggu harga turun atau mempertimbangkan opsi lain.
Opsi lain yang patut dipertimbangkan di harga serupa
- Infinix Hot 60/Hot 60 Pro: performa mirip untuk harian; ekosistem fitur luas, cek kualitas layar/speaker per model.
- Tecno Camon 30 (nonâPro): unggul di fotografi siang hari dan fitur kamera; periksa stabilisasi video.
- Moto G54 5G: UI stok Android dengan haptics lebih rapi; layar masih IPS pada beberapa varian.
- Redmi Note 13 5G: panel AMOLED dengan ekosistem MIUI/HyperOS; pertimbangkan kapasitas storage pada varian dasar.
Catatan terakhir dari tim GizmoKita
Fokus pada tradeâoff nyata: layar dan fitur konektivitas unggul, sementara audio, haptics, dan video menahan. Pilih sesuai prioritas penggunaan Anda.
Pertanyaan umum seputar Advan Maca
Apakah Advan Maca layak untuk gaming seperti Genshin Impact?
Untuk set menengah, fps berkisar 35â45 dengan drop sesekali; aman untuk main santai, bukan prioritas kompetitif.
Bagaimana kualitas kamera untuk vlogging?
Foto siang hari oke; video terbatas 1080p 30fps tanpa OIS, jadi perlu tangan stabil atau gimbal ringan.
Apakah layar mendukung HDR YouTube?
Tidak aktif saat pengujian; konten HDR diputar sebagai SDR.
Berapa lama pengisian dayanya?
Sekitar ±1 jam dari kosong ke penuh dengan charger 33W bawaan.
Apakah paket penjualan menyertakan charger dan kabel CâtoâC?
Ya, adaptor 33W dan kabel TypeâC to TypeâC tersedia dalam boks.
Sumber: DKID






