Harga 7 jutaan dengan 6600H, menantang kelas mainstream
Di segmen 7 jutaan, model ini hadir dengan Ryzen 5 6600H, iGPU Radeon 660M, RAM DDR5 dual-slot 16 GB (upgradeable), SSD NVMe Gen3, dan layar 14 inci 16:10 FHD+ 60 Hz. Fokusnya jelas: performa harian kencang, opsi upgrade longgar, dan after-sales yang agresif lewat ADP. Rival terdekat yang sering dibandingkan adalah Advan WorkPlus dengan memori LPDDR5X dan konfigurasi pendinginan berbeda.
Garis besar sebelum membeli
- Kinerja CPU multi-core solid untuk kelas harga, iGPU memadai untuk gaming tipis-tipis di 800pâ1200p dengan setting rendah dan FSR.
- Layar terang untuk kelasnya (sekitar 370 nit), tetapi gamut warna terbatas (±67% sRGB), kurang ideal untuk konten warna-akurat.
- Port lengkap (5 USB, 2 USB-C full-function dengan display out), webcam 1080p plus privacy shutter.
- Bodi plastik lebih tipis dan ringan; cover bawah aluminium memberi kesan lebih premium.
- Minus penting: refresh rate masih 60 Hz, tanpa fingerprint/IR, tidak ada microSD, touchpad feel cenderung kesat.
Pasar 7 jutaan lagi ramai: 6600H jadi andalan
Banyak brand mendorong CPU 45 W kelas H untuk membidik pelajar, pekerja, dan gamer kasual. Pada titik harga ini, perbedaan justru muncul pada memori (SODIMM vs LPDDR), konfigurasi pendinginan, kualitas panel, serta layanan purna jual. Di sini, ADP yang mencakup kerusakan tak terduga bahkan laporan pencurian menjadi faktor pembeda yang jarang ditemui kompetitor langsung.
Benang merah dari berbagai review YouTube lokal
Artikel ini merangkum temuan dari berbagai reviewer Indonesia, lalu dipadatkan jadi rekomendasi keputusan beli. Mayoritas sepakat bahwa desain kali ini lebih rapi dari seri sebelumnya: 17 mm dan ~1,3 kg terasa mobile, walau material utama masih polikarbonat. Panel 16:10 dengan brightness tinggi untuk kelasnya diapresiasi, namun white point cenderung kebiruan dan cakupan warna terbatas membuatnya kurang untuk kerja grafis serius.
Soal input, tombol power terpisah dan arrow key full-size disukai, tetapi touchpad dinilai kurang licin dan ketiadaan login biometrik dipandang sebagai kompromi.
Konektivitas sama-sama modern (WiâFi 6, BT 5.2). Webcam 1080p dengan shutter fisik dinilai unggul dibanding banyak pesaing 720p. Baterai 58 Wh real-use sekitar 7â8 jam ringan, dengan pengisian 100 W yang relatif cepat.
Performa: 6600H masih kompetitif; CPU multi-core kuat, single-core biasa saja. Menariknya, perbedaan setelan memori dan limit daya membuat hasil antar model 6600H bisa saling salip: beberapa unit dengan LPDDR5X unggul di CPU, sementara model ini kerap menyalip di iGPU sintetis. Di game AAA berat, target realistis adalah 800p preset rendah + FSR; untuk judul kompetitif, 1200p preset rendah di 60â100 fps masih memungkinkan.
Thermal: dual-fan dengan dua heatpipe menjaga suhu gaming di kisaran 70-an °C. Idle dan beban kantoran sedikit hangat, tetapi pada stress test panjang, limit daya yang lebih konservatif membuat temperatur bisa lebih terkendali dibanding konfigurasi yang mendorong TDP lebih tinggi.
Hal yang paling menonjol di Axioo Hype 5 AMD X6
- Port melimpah dan fungsional: 3x USB-A + 2x USB-C full-function (bisa display out), berguna untuk multi-monitor tanpa dongle khusus.
- Webcam 1080p dengan privacy shutter; jarang di kelas harga ini.
- Opsi upgrade lega: dua slot SODIMM (hingga 64 GB) dan slot M.2 tambahan.
- Layar relatif terang untuk penggunaan indoor terang/outdoor teduh.
- After-sales agresif: ADP yang mencakup insiden tak terduga, ditambah jaringan service center yang diklaim meluas.
Catatan penting yang bisa jadi deal-breaker
- Panel 60 Hz dengan gamut ±67% sRGB; kurang cocok untuk kreator konten warna-kritis dan gamer yang mengejar refresh tinggi.
- Tidak ada fingerprint/IR; proses login tanpa biometrik.
- Touchpad terasa kesat; pengalaman geser tidak selicin pesaing tertentu.
- Tidak tersedia microSD reader; pengguna kamera mungkin butuh card reader eksternal.
- Desain punggung generasi-serupa; pilihan warna terbatas.
Siapa yang paling pas membeli, siapa yang sebaiknya skip
Cocok untuk:
- Mahasiswa/pekerja yang butuh CPU Hâclass untuk multitasking, coding, analitik ringan, atau edit FHD nonâberat.
- Gamer kasual yang menerima setting rendah + FSR di 800pâ1200p.
- Pengguna yang mengutamakan port lengkap, webcam bagus, dan opsi upgrade RAM/SSD.
Tidak cocok untuk:
- Kreator foto/video yang membutuhkan akurasi dan gamut warna tinggi.
- Gamer yang mengincar 144 Hz native atau preset menengahâtinggi di resolusi 1080p.
- Pengguna yang wajib punya fingerprint/IR builtâin.
Trade-off keputusan:
- Memilih memori SODIMM upgradeable berarti latensi/kecepatan bisa kalah dari LPDDR5X; dampak ke skor CPU/iGPU bervariasi antar skenario.
- Limit daya yang lebih konservatif menjaga suhu, tetapi bisa membuat skor CPU multi-core tertinggal dari unit yang mendorong TDP lebih tinggi.
- Panel terang membantu keterbacaan, namun gamut terbatas membatasi pekerjaan kreatif warna-kritis.
Kesimpulan beli: ya, dengan syarat yang jelas
Bila prioritasnya performa harian kencang, port lengkap, webcam 1080p, serta jalur upgrade yang panjang, paket ini layak dibeli di kisaran 7 jutaan. Komprominya ada pada panel 60 Hz dengan gamut sempit, absennya biometrik, dan touchpad yang tidak sehalus pesaing. Jika pekerjaan menuntut akurasi warna tinggi atau Anda mengejar pengalaman gaming refresh-rate tinggi, pertimbangkan opsi lain.
Pilihan rival di harga mirip
- Advan WorkPlus Ryzen 5 6600H: LPDDR5X lebih kencang di beberapa skenario CPU, pendinginan berbeda, tetapi port lebih sedikit dan webcam 720p.
- ASUS/VivoBook seri R5 5600H/7000âseries (harga sering di atas 7 jt saat non-promo): panel dan bodi bervariasi, biometrik tersedia pada model tertentuâcek spesifikasi per varian.
- Infinix/realme Book (tergantung promo): fokus desain tipisâringan, performa CPUâU lebih hemat daya namun tidak setara 6600H.
Tetap kritis sebelum checkout
Bandingkan prioritas pribadi dengan kompromi di atas. Cek batch, stok, serta kebijakan ADP dan ketersediaan service center di kota Anda sebelum membeli.
FAQ
Apakah Axioo Hype 5 AMD X6 kuat untuk edit video?
Masih nyaman untuk proyek Full HD ringan (preview lancar, render singkat). Untuk 4K dan efek berat, performanya terbatas.
Berapa kapasitas upgrade RAM dan storage?
Dua slot SODIMM mendukung hingga 64 GB, dengan tambahan satu slot M.2 kosong untuk ekspansi penyimpanan.
Apakah USBâC mendukung display out dan charging?
Kedua port USBâC fullâfunction untuk display out. Pengisian cepat memakai adaptor 100 W bawaan; kompatibilitas PD pihak ketiga bergantung profil daya.
Seberapa baik kualitas layarnya?
Terang untuk kelasnya, rasio 16:10 nyaman produktivitas. Namun gamut sekitar 67% sRGB dan refresh 60 Hz membatasi kreator dan gamer kompetitif.
Bagaimana ketahanan baterainya?
Penggunaan ringan umumnya 7â8 jam. Pengisian 100 W relatif cepat dibanding beberapa pesaing di kelas harga serupa.
Sumber: Kudet Tech



