Apa yang Perlu Diketahui di Awal
Tablet 8,8 inci ini diposisikan sebagai perangkat compact berperforma tinggi untuk gaming dan hiburan. Panel LCD 2.5K 165Hz, Snapdragon 8 Gen 3, RAM 16GB LPDDR5X, storage UFS 4.0, baterai 6.590 mAh 68W, speaker stereo, dual USB-C, haptic x-axis, serta jaminan perlindungan insiden (ADP1) menjadi paket utama. Desain metal tipis-ringan menjaga portabilitas tanpa estetika gimmick gaming.
Poin Penting dalam 60 Detik
- Kelas performa flagship di bodi 8,8 inci: game berat berjalan stabil, multitasking lancar.
- Layar 165Hz 2.5K sangat mulus dan tajam; masih LCD, bukan OLED.
- Baterai awet untuk ukuran compact, pengisian cepat 68W, plus bypass charging.
- Audio stereo lantang dan jernih; ada dua port USB-C dengan DisplayPort.
- Kamera biasa saja, dan polesan software belum setara tablet kelas atas tertentu.
Di Tengah Tren Tablet Besar, Segmen 8â9 Inci Masih Dicari
Saat banyak produsen fokus ke 11â13 inci untuk produktivitas, segmen compact tetap diminati karena ringan, mudah digenggam satu tangan, dan nyaman untuk konsumsi konten. Legionâeh, lini compactâumumnya dikompromikan di performa. Di sini, produsen mendorong pendekatan kebalikan: dimensi kecil, performa tinggi, refresh rate ekstrem, serta fitur gaming yang biasanya hanya ada di perangkat besar.
Apa Kata Para Reviewer Indonesia tentang Lenovo Legion Tab Gen 3
Rangkuman ini merangkum banyak ulasan reviewer lokal, difokuskan pada pola konsensus dan perbedaannya. Secara umum, mereka sepakat soal tiga hal: performa tergolong âflagship di bodi kecilâ, layar 165Hz sangat berdampak pada pengalaman gaming dan navigasi, serta daya tahan baterai memadai untuk tablet compact bertenaga tinggi. Pendinginan dengan vapor chamber besar membantu menjaga stabilitas performa dalam sesi gaming panjang.
Perbedaan opini muncul di kualitas layar: sebagian menilai LCD 2.5K dengan 165Hz, gamut luas, dan dukungan HDR10/Dolby Vision sudah âpremium untuk LCDâ; sebagian lain tetap menyayangkan absennya OLED pada harga/kelas ini. Pada sisi software, ada yang menilai ZUI 17 di Android 15 cukup fungsionalâsplit screen dan floating window efektif; yang lain merasa animasi dan optimasi aplikasi tablet belum semulus ekosistem tertentu (mis. iPadOS). Kamera dinilai cukup untuk video call, namun kurang untuk fotografi serius.
Apa yang Menonjol di Pemakaian Nyata
- Performa: Snapdragon 8 Gen 3, RAM 16GB, UFS 4.0 memastikan waktu muat singkat, switching aplikasi instan, dan frame rate tinggi di game berat. Stabilitas performa juga baik berkat sistem pendingin dan opsi mode performa/hemat.
- Layar: 8,8 inci 2.5K 165Hz memberikan kehalusan animasi dan respons sentuh yang terasa, terutama dari 60/90Hz. Kecerahan tinggi membuat konten tetap terbaca di luar ruangan.
- Portabilitas: bobot ±347 gram dan ketebalan tipis memudahkan penggunaan lamaâmembaca, menonton, gaming portraitâtanpa cepat pegal.
- Audio & getaran: speaker stereo kencang dengan karakter bersih, ditambah haptic x-axis yang jarang ada di tablet Android memperkaya imersi.
- I/O & fleksibilitas: dua port USB-C mendukung charging bersamaan penggunaan aksesori/monitor eksternal (DP 1.4), memudahkan skenario âPC-anâ ringan.
- Daya tahan & pengisian: 6.590 mAh cukup untuk 1â2 hari pemakaian kasual; gaming intens 7â8 jam tergantung judul/pengaturan. 68W fast charge + bypass charging mengurangi panas dan menjaga kesehatan baterai saat main sambil colok.
- Perlindungan: ADP1 (Accidental Damage Protection) 12 bulan untuk satu insiden tidak disengaja dinilai nilai tambah pasca-beli.
Hal yang Perlu Diwaspadai Sebelum Membeli
- Panel masih LCD: kontras/hitam tidak sedalam OLED.
- Kamera rata-rata: memadai untuk video call, kurang konsisten di low light.
- Polesan software: UI dan animasi belum setara âkelas referensiâ tablet; sebagian aplikasi Android belum optimal di layar lebar.
- Ekosistem aksesori dan optimalisasi aplikasi produktivitas bisa kalah matang dibanding alternatif non-Android tertentu.
Siapa yang Paling Tepat Memilih Tablet Ini
Cocok untuk:
- Gamer mobile yang ingin frame rate stabil dan layar super mulus di bentuk compact.
- Pengguna hiburan: streaming HDR, media sosial, bacaan, dan game kasual-serius.
- Pengguna yang butuh perangkat ringan tapi bertenaga untuk multitasking ringan hingga menengah, plus opsi ke monitor eksternal saat perlu.
Tidak cocok untuk:
- Pengguna yang mengutamakan kualitas kamera tablet.
- Pencari layar dengan kontras setara OLED.
- Mereka yang membutuhkan ekosistem aplikasi produktivitas tingkat desktop.
Trade-off keputusan beli:
- Mendapat performa flagship, layar 165Hz, audio kuat, dan I/O fleksibel di bodi kecil; menukar dengan kamera biasa dan polesan software yang belum terbaik di kelasnya.
Apakah Layak Dibeli Sekarang?
Bagi pembeli yang memprioritaskan performa gaming dan kehalusan layar dalam form factor kecil, perangkat ini tergolong layak dibeli. Untuk pengguna yang menuntut kualitas panel OLED dan pengalaman software paling halus, pertimbangkan ulang atau siapkan kompromiâfitur lain yang ditawarkan bisa menutup celah tersebut bagi mayoritas skenario hiburan.
Opsi Lain yang Patut Dipertimbangkan
- iPad mini (generasi terbaru): ekosistem aplikasi tablet sangat matang, performa kencang, namun refresh rate lebih rendah, harga dan penyimpanan bisa kurang ramah.
- Xiaomi Pad 6/Pad 6S Pro (lebih besar): layar lebih lega untuk produktivitas, refresh rate tinggi, namun tidak secompact dan tak selalu menyamai performa puncak per inti.
- Samsung Galaxy Tab S9 FE (lebih besar): ekosistem Android yang rapi dengan stylus, layar lebih besar, performa kelas menengah dan bukan segmen compact.
GizmoKita, Teman Anda Membuat Keputusan Gadget
GizmoKita merangkum konsensus dan perbedaan sudut pandang reviewer Indonesia agar Anda bisa memutuskan cepat tanpa menonton banyak video.
Pertanyaan yang Sering Dicari Calon Pembeli
Lenovo Legion Tab Gen 3 cocok untuk siapa?
Cocok untuk gamer dan penikmat hiburan yang mengutamakan performa tinggi, layar 165Hz, dan portabilitas 8,8 inci.
Apakah Lenovo Legion Tab Gen 3 layak dibeli untuk gaming?
Ya. Chipset flagship, pendinginan besar, dan opsi mode performa membuat game berat berjalan stabil dengan frame rate tinggi.
Berapa lama ketahanan baterainya?
Pemakaian kasual 1â2 hari; gaming intens umumnya 7â8 jam, tergantung judul, brightness, dan mode performa.
Apa kekurangan utama yang perlu dipertimbangkan?
Panel masih LCD (bukan OLED), kamera biasa saja, dan pengalaman software belum sehalus platform tablet teratas.
Bisa dipakai ke monitor eksternal?
Bisa. Ada dua port USB-C dengan dukungan DisplayPort 1.4 untuk tampilan eksternal dan skenario âPC-anâ ringan.
Sumber: Sobat HAPE




