Di kelas harga 3 jutaan, persaingan ponsel makin riuh dan membingungkan. Motorola G57 Power muncul menawarkan baterai 7000mAh, konektivitas 5G, serta desain vegan leather yang terasa beda di tangan. Tonjolannya bukan sekadar kapasitas besar, melainkan efisiensi dan durabilitas untuk pemakaian harian yang padat.
Angka performanya juga menjanjikan untuk kelasnya. Chipset Snapdragon 6s Gen 4 menargetkan keseimbangan daya dan efisiensi, ditemani RAM 8 GB LPDDR4X, storage UFS 2.2 256 GB, dan opsi virtual RAM. Kombinasi ini menarik bagi pengguna yang multitasking, konten ringan, hingga gaming kasual.
Singkatnya: ponsel ini mencoba menawarkan paket kompletâbaterai awet, koneksi 5G, layar 120Hz, kamera berkelas, dan build yang tahan bantingâtanpa membuat bodi terasa berlebihan.
Baca juga: Cuma 3 Jutaan! Review Realme C85 Pro dengan Ketahanan Air IP69
Ringkasan Spesifikasi Motorola G57 Power
- Baterai 7.000 mAh (silicon battery), klaim ketahanan siklus hingga 1.000 kali pengisian.
- Snapdragon 6s Gen 4 (4 nm), 5G-ready; RAM 8 GB LPDDR4X, storage 256 GB UFS 2.2.
- Layar 6,72 inci IPS LCD, Full HD+, refresh rate 120Hz, Color Boost, Bright Screen hingga 1.050 nits (peak).
- Proteksi Corning Gorilla Glass 7i; sertifikasi IP64 dan lolos 13 uji MIL-STD-810H.
- Kamera utama 50 MP Sony Lytia 600, ultra-wide 8 MP; depan 8 MP.
- Perekaman video hingga 2K 30fps (belakang dan depan); 1080p 60fps di belakang.
- Audio stereo Dolby Atmos dengan dukungan Hi-Res, jack audio 3,5 mm.
- Sisi software: Android stock, minim bloatware; Smart Connect, Family Space, Moto Unplug, integrasi Moto AI, Gemini, dan Circle to Search.
Artinya: ini bukan cuma soal kapasitas baterai, tetapi juga tentang paket pengalaman yang relatif lengkap untuk kebutuhan harian.
Performa: Snapdragon 6s Gen 4 dan Efisiensi 4nm
Pengujian sintetis menunjukkan skor AnTuTu mendekati 900 ribuâcukup kompetitif untuk ponsel 3 jutaan. Geekbench 6 mencatat sekitar 1.000 poin single-core dan hampir 3.000 poin multi-core, sementara GPU benchmark berada di kisaran 1.800 poin. Pada stress test 3DMark, stabilitas performa berada di âkepala 9â, menandakan throttle minimal.
Uji performa gaming di Motorola G57 Power
Untuk skenario gim, Mobile Legends berjalan di 60 fps dengan rata-rata sekitar 49 fps dan drop ringan ke 47 fps. PUBG juga terbuka 60 fps, rata-rata 56 fps. Genshin Impact pada setelan terendah mencatat rata-rata 56 fps dengan drop sesekali ke 38 fps. Wuthering Wavesâyang relatif beratâmasih playable di setelan low, rata-rata 41 fps dengan drop ke 28 fps yang tidak terlalu sering. Suhu permukaan tercatat aman, sekitar 38°C di depan dan 37°C di belakang setelah sesi gim 30 menit.
Singkatnya: untuk kelas harga, performa harian dan gaming kasual terasa stabil dengan manajemen panas yang rapi.
Baterai 7000mAh dan Daya Tahan
Kapasitas 7.000 mAh diberi dukungan silicon battery, dengan klaim umur pakai hingga 1.000 siklus pengisian. Pada PCMark 10 (Modern Office), ponsel bertahan sekitar 16 jam 55 menit. Dalam simulasi pemakaian nyata 30 menit, konsumsi baterai: PUBG -5%, Mobile Legends -3%, Genshin Impact -6%, dan Wuthering Waves -9%. Hasil ini lebih hemat dibanding banyak pesaing yang umumnya menghabiskan dua digit persen untuk Genshin.
Untuk ritme harian yang wajar, dua hari sekali pengisian sangat realistis. Pengguna kerja lapangan, kuliah, atau ojek online akan merasakan bebas cemas dari power bank.
Desain, Durabilitas IP64, dan Vegan Leather
Panel belakang vegan leather memberi grip nyaman dan nuansa premium tanpa terasa licin. Pilihan warna PantoneâFluidity, Corsair, dan Regattaâmembawa karakter yang berbeda, lengkap dengan validasi warna yang khas lini Moto. Tombol daya merangkap sensor sidik jari, tetap praktis untuk akses cepat.
Ketahanan fisik mendapat dukungan IP64 dan standar MIL-STD-810H (13 uji), serta Gorilla Glass 7i di layar. Ini bukan undangan untuk penggunaan ekstrem, tetapi cukup meyakinkan untuk insiden keseharian seperti cipratan air atau gores ringan.
Layar IPS 120Hz dan Audio Stereo Dolby Atmos
Panel IPS 6,72 inci Full HD+ menyajikan teks tajam dengan refresh rate 120Hz yang membuat scrolling mulus. Akurasi warna di mode Natural mencapai sRGB ~98% dan mode Vivid ~100%, sementara cakupan P3 di mode Vivid sekitar 83%. Bright Screen memungkinkan puncak kecerahan hingga 1.050 nits, yang cukup membantu di luar ruangan.
Di sisi audio, speaker stereo dengan Dolby Atmos dan dukungan Hi-Res menghadirkan separasi kanal yang baik di kelasnya. Bonus penting lainnya: jack audio 3,5 mm masih tersedia untuk pengguna headset kabel.
Kamera dengan Sony Lytia 600 dan Ultra-Wide
Kamera utama 50 MP menggunakan sensor Sony Lytia 600âkelas sensor yang jarang turun ke segmen 3 jutaan. Dipadukan dengan ultra-wide 8 MP, hasil foto harian terlihat bersih dengan warna natural. Moto AI Photo Enhancement membantu menjaga white balance, sementara modul 2-in-1 light sensor di dekat flash mendukung pengukuran cahaya agar hasil konsisten.
Perekaman video mencapai 2K 30fps di kamera belakang dan depan, dengan opsi 1080p 60fps di belakang untuk gerak yang lebih halus. Electronic/AI stabilization bekerja baik dalam skenario jalan santai dan panning, meski ada sedikit efek distorsi wajah saat gerakan cepatâumumnya kompromi stabilisasi berbasis software.
Software: Android Stock, Smart Connect, dan Moto AI
Pengalaman Android stock membuat antarmuka bersih, ringan, dan minim bloatware. Smart Connect memudahkan mirroring ke laptop lintas merek, transfer berkas, hingga balas pesan dari layar komputer. Family Space membantu mode âramah anakâ, sementara Moto Unplug bisa menenangkan notifikasi agar fokus tetap terjaga.
Integrasi Moto AI, Gemini, dan Circle to Search memperkaya pemakaian: dari mencari informasi kontekstual cepat, merangkum ide, sampai optimasi kamera. Singkatnya, fitur-fitur ini terasa fungsional tanpa terasa memaksa.
Harga, Posisi di Kelas 3 Jutaan, dan Rekomendasi
Selama periode promo, Motorola G57 Power dipatok Rp2.999.000; harga normalnya sekitar Rp3.299.000. Konfigurasi 8/256 GB, koneksi 5G, baterai 7.000 mAh, dan build tangguh memberinya nilai kompetitif. Kekurangan utamanya adalah panel IPS yang belum AMOLED, namun refresh 120Hz, Color Boost, dan kecerahan puncak yang memadai membantu menutup celah itu.
Bagi pengguna yang prioritasnya baterai, durabilitas, dan pengalaman Android yang rapi, paket ini terasa âamanâ sekaligus menarik. Pengguna yang sering mobileâdriver, pekerja lapangan, atau mahasiswa yang jarang dekat colokanâakan mendapatkan manfaat paling besar dari paket daya dan efisiensi ini.
Kesimpulan
Fokus ke daya tahan, efisiensi, dan ketangguhan membuat perangkat ini terasa praktis untuk mayoritas pengguna. Dengan performa stabil, suhu terjaga, kamera utama yang mumpuni, serta audio dan konektivitas lengkap, komprominya tidak terasa mengganggu. Untuk segmen 3 jutaan, paket nilai yang ditawarkan sulit diabaikan.
FAQ
Apakah ponsel ini kuat untuk Genshin Impact?
Ya, pada setelan lowest rata-rata sekitar 56 fps dengan drop sesekali. Untuk sesi panjang, tetap nyaman selama ekspektasi visual disesuaikan.
Berapa lama baterai bertahan dalam pemakaian normal?
Hasil uji PCMark 10 mencatat ~16 jam 55 menit, sementara pemakaian harian moderat bisa bertahan hingga dua hari sebelum isi ulang.
Apakah layarnya cukup terang di luar ruangan?
Dengan Bright Screen hingga 1.050 nits (peak), konten masih terbaca di luar ruangan, meski tidak secerah AMOLED flagship.
Ada jack audio dan speaker stereo?
Ada. Jack 3,5 mm tersedia, dan speaker stereo mendukung Dolby Atmos serta Hi-Res audio.
Bagaimana durabilitas fisiknya?
Proteksi Gorilla Glass 7i, sertifikasi IP64, dan lolos 13 uji MIL-STD-810H membantu ketahanan terhadap gores, debu, dan cipratan air.
Sumber: DKID






