Harga, spesifikasi singkat, dan posisi di kelas flagship killer
Poco F8 Ultra diposisikan sebagai āflagship killerā yang kini bergeser ke all-rounder. Poin utama: Snapdragon 8 Elite Gen 5, layar AMOLED 6,9 inci 1,5K 120Hz (bukan LTPO), baterai 6.500 mAh, sistem audio dengan woofer bertanda āSound by Boseā, kamera utama 50MP dengan periskop 5x, ketahanan IP68, dan pemindai sidik jari ultrasonic. Varian global yang umum: 12/256 dan 16/512. Perkiraan harga global setara Rp12ā13,3 juta; harga resmi Indonesia umumnya lebih kompetitif.
Inti keputusan dalam satu menit
- Kinerja dan stabilitas gaming termasuk papan atas; suhu terjaga di skenario realistis.
- Audio paling menonjol di kelasnya berkat konfigurasi tweeter ganda + woofer; immersive untuk gaming dan streaming.
- Baterai awet untuk kapasitas 6.500 mAh, plus opsi pengisian 100W kabel, 50W nirkabel.
- Layar sangat terang dan lega, namun belum LTPO sehingga efisiensi adaptif terbatas.
- Kamera utama dan tele periskop solid; ultrawide dinilai sempit dan kurang mantap di low light.
- Bobot dan ukuran besar; tidak ideal untuk penggunaan satu tangan.
Kenapa perangkat ini mencuri perhatian tahun ini
Perpindahan Poco dari āpure performanceā ke paket menyeluruh terlihat jelas: material dan feel makin premium, audio ditingkatkan serius, serta fitur flagship seperti IP68, ultrasonic fingerprint, dan ekosistem HyperOS terbaru. Produk ini menarget pengguna yang ingin performa tinggi tanpa mengorbankan multimedia.
Apa yang disepakati dan diperdebatkan para pengulas
Artikel ini merangkum opini dari berbagai YouTuber teknologi Indonesia. Pola yang konsisten: performa mentok tinggi di game populer (MLBB, PUBG, Genshin) dengan fps stabil, terutama saat fitur optimasi diaktifkan. Audio dengan woofer fisik dipuji karena daya, kejernihan, dan sensasi bass yang jarang di ponsel.
Ada perbedaan pada beberapa detail:
- Layar: semua setuju sangat terang dan tajam, namun sebagian menyorot ketiadaan LTPO sebagai minus di kelas harga ini.
- Kamera: konsensus positif di kamera utama dan tele 5x; untuk ultrawide, ada yang menyebut sudut pandang sekitar 102° dan ada yang menyebut mendekati 120°, tetapi mayoritas sepakat sudutnya terasa lebih sempit dari standar flagship dan performanya turun di low light.
- Suhu: stress test sintetis membuat ponsel terasa panas; pada pemakaian game nyata, suhu dinilai lebih terkontrol.
- Audio: sensasi woofer kuat adalah nilai jual; sebagian mengingatkan potensi āover loudā di ruang sunyi dan getaran terasa saat ponsel di saku.
Harga dan ketersediaan Poco F8 Ultra review Indonesia
Perilisan global menempatkannya di kisaran Rp12ā13,3 juta untuk konfigurasi memori berbeda. Tren historis menunjukkan harga Indonesia biasanya sedikit lebih rendah. Cek kanal resmi untuk promo bundling adaptor 100W dan garansi.
Hal yang paling kuat dari perangkat ini
- Performa kelas atas: Snapdragon 8 Elite Gen 5, opsi mode optimasi, frame interpolation (Vision Bose), upscaling (Super Resolution), dan penguatan koneksi (Link Bose 3.0).
- Audio berkarakter: dua tweeter + satu woofer; vokal jernih, bass empuk, dan staging terasa ābesarā.
- Baterai dan pengisian: 6.500 mAh irit di pemakaian campur; dukung 100W kabel, 50W nirkabel, dan reverse wireless 22,5W.
- Desain dan ketahanan: build terasa solid, belakang matte dingin, IP68, distribusi bobot merata, bezel tipis simetris.
- Fitur pendukung lengkap: ultrasonic fingerprint cepat (tetap akurat saat jari lembap), NFC 360°, IR blaster, update perangkat lunak dijanjikan panjang.
Catatan penting yang perlu dipertimbangkan
- Ukuran dan bobot: layar 6,9 inci dan bobot sekitar 220 gram membuat penggunaan satu tangan kurang nyaman dan saku terasa penuh.
- Layar non-LTPO: refresh 120Hz mulus, tetapi tidak sehemat panel adaptif 1ā120Hz pada flagship tertentu.
- Kamera ultrawide: sudut pandang relatif sempit; kualitas malam dan video low light bisa menunjukkan noise/ghosting.
- Kontrol panas di mode ekstrem: mode optimasi agresif mendorong performa tetapi dapat menaikkan suhu di uji sintetis.
- Software bawaan: unit global menunjukkan bloatware yang perlu disortir; implementasi lokal bisa berbeda.
Rekomendasi penggunaan dan profil pembeli
Cocok untuk:
- Gamer mobile yang mengejar fps stabil, audio besar, dan koneksi lebih andal.
- Penikmat konten yang butuh layar besar dan sangat terang untuk streaming dan media sosial.
- Pengguna produktif yang menginginkan baterai awet, pengisian cepat, dan fitur lengkap (IP68, NFC, ultrasonic fingerprint).
Tidak cocok untuk:
- Pengguna yang mengutamakan bodi ringkas dan ringan.
- Pemburu layar LTPO ultra-efisien dan kontrol refresh granular.
- Fotografer yang menuntut ultrawide lebar dan performa low light seragam di semua lensa.
Trade-off keputusan:
- Mendapat performa, audio, dan daya tahan kelas atas, menukar portabilitas dan efisiensi layar adaptif.
- Kamera utama/tele kuat, menukar keluwesan ultrawide.
- Harga naik dibanding āPoco lamaā, namun masih kompetitif di kelas chipset teratas.
Layak dibeli atau tidak menurut GizmoKita
Jika prioritasnya performa gaming stabil, audio besar, baterai kuat, dan fitur lengkap, Poco F8 Ultra adalah pilihan yang layak di kelas harga belasan juta. Ketiadaan LTPO, dimensi bongsor, dan ultrawide yang tidak seluas kompetitor perlu diterima sebagai kompromi. Untuk pengguna yang lebih sering bernavigasi satu tangan atau mengincar efisiensi layar maksimal, opsi lain mungkin lebih pas.
Opsi lain yang selevel untuk dipertimbangkan
- iQOO 15: menonjol di performa mentok dan manajemen panas agresif; audio tidak seunik F8 Ultra.
- Seri flagship kompak (mis. 6,3ā6,7 inci) dari brand lain: menawarkan ergonomi lebih baik dan LTPO, tetapi baterai/audio bisa kalah impresif.
- Alternatif kamera-sentris: jika ultrawide dan video low light prioritas, pertimbangkan model dengan fokus imaging lebih kuat.
Catatan akhir untuk pembaca
Poco F8 Ultra bergerak dari ākiller performaā menuju paket all-rounder. Selama kompromi ukuran dan panel non-LTPO dapat diterima, nilai yang ditawarkan tetap solid dibanding pesaing bersenjata chipset yang sama.
Pertanyaan umum seputar Poco F8 Ultra
Apakah Poco F8 Ultra mendukung perekaman 8K?
Ya, hingga 8K 30fps; 4K 60fps tersedia dengan perpindahan lensa yang mulus.
Berapa kapasitas baterai dan dukungan pengisian dayanya?
6.500 mAh, 100W kabel, 50W nirkabel, dan reverse wireless 22,5W.
Apakah layarnya sudah LTPO?
Belum; panel 120Hz non-LTPO sehingga efisiensi adaptif tidak sefleksibel flagship LTPO.
Bagaimana kualitas kamera ultrawide?
Sudut pandang relatif sempit dan low light kurang konsisten dibanding kamera utama/tele.
Apakah ponsel ini tahan air?
Ya, memiliki sertifikasi IP68 untuk ketahanan debu dan air.
Sumber: DKID






