OPPO A6X dalam Sekilas
- Produk: OPPO A6X (A-Series, entry-level)
- Kisaran harga rilis Indonesia: Rp1.599.000āRp2.699.000 (varian RAM/Storage 4/64, 4/128, 6/128, 6/256)
- Spesifikasi: Snapdragon 685, layar IPS HD+ 120Hz, UFS 2.2, baterai 6500mAh, IP64, mono speaker, tanpa NFC, tanpa gyro hardware, charger 15W
Ringkasan Cepat untuk yang Mau Langsung Beli
- Desain dan build di atas ekspektasi untuk harga 1 jutaan; IP64 jadi nilai tambah.
- Layar terang (uji indoor ~726 nits; simulasi outdoor ~996 nits), 120Hz adaptif; punch-hole modern.
- UI mulus untuk harian; UFS 2.2 terasa signifikan di respons aplikasi.
- Performa cukup untuk harian dan game ringan; judul populer tertentu mentok ~40ā50 fps; Genshin ~30 fps (Lowest).
- Kamera sangat basic (13MP belakang, 5MP depan), tanpa stabilisasi; video 1080p30 saja.
- Baterai 6500mAh awet, tapi efisiensi tidak setinggi ekspektasi; charging 15W tergolong lambat.
- Kekurangan: tanpa NFC, tanpa gyro hardware (efek ke stabilisasi/aiming), speaker mono, haptics kurang halus.
- Layak dipertimbangkan di harga ā¤Rp1,8 jutaan atau jika prioritas desain, layar 120Hz terang, dan UI yang lancar.
Posisi OPPO A6X di Kelas 1ā2 Jutaan
Segmen Rp1ā2 jutaan di Indonesia sangat kompetitif, diisi seri populer dari Redmi, Infinix, dan realme yang menonjolkan fast charging 33W, kamera 50ā64MP, dan baterai besar. OPPO A6X datang dengan diferensiasi yang jarang di harga ini: desain terasa premium, rating IP64, dan penyimpanan UFS 2.2. Ekspektasi wajar pembeli:
- Navigasi mulus untuk aplikasi harian dan media sosial.
- Baterai besar yang tahan seharian panjang.
- Kamera yang layak di kondisi terang.
- Fitur dasar lengkap (jack 3,5 mm, triple-slot), dengan kompromi di performa gaming berat.
Apa Kata YouTuber soal OPPO A6X?
Merangkum pola dari berbagai YouTuber Indonesia, konsensusnya sebagai berikut:
- Desain & ketahanan: Mayoritas menilai feel bodi solid, rapi, tidak āmurahanā meski polikarbonat. IP64 diapresiasi karena jarang di kelas harga ini.
- Layar: Walau resolusi HD+, tingkat kecerahan nyata tinggi dan refresh 120Hz adaptif (60/90/120Hz) membuat pengalaman scroll terasa premium. Punch-hole juga dianggap plus dibanding notch.
- Performa & kelancaran: Snapdragon 685 bukan yang paling kencang, namun kombinasi UFS 2.2 dan ColorOS membuat navigasi harian terasa lancar; multitasking ringan masih nyaman.
- Gaming: Game ringan bisa memanfaatkan refresh tinggi; judul populer seperti PUBG Mobile berkisar di 40ā50 fps, MLBB stabil 60 fps dengan sesekali drop; Genshin berkisar ~30 fps di set terendah. Tidak ideal untuk kompetitif atau judul berat.
- Kamera & audio: Kamera belakang 13MP dan selfie 5MP dinilai basic; video 1080p30 tanpa stabilisasi. Single mic dan speaker mono kualitas standar kelas harga.
- Baterai & charging: Daya tahan bagus tapi tidak āse-superā kapasitasnya; charging 15W dinilai lambat (0ā100% ~2 jam 37 menit).
- Fitur: Plus: triple-slot, jack 3,5 mm, Widevine L1, tanpa iklan mengganggu, janji 2x Android update + 3 tahun patch. Minus: tanpa NFC, tanpa gyro hardware, haptics kurang refined.
Catatan pengujian yang sering dirujuk:
- AnTuTu 10 ~360K, AnTuTu 11 ~507K; Geekbench 6: 469/1519.
- 3DMark Wild Life Stress Test: skor ~653, stabilitas ~99,4%.
- YouTube 1080p 1 jam: -5%; TikTok 1 jam: -6%; Genshin 30 menit: -13%.
- Video playback lokal 1080p: hingga ~24 jam.
Kelebihan yang Terasa di Pemakaian Harian
- Desain solid dan rapi, feel premium di kelas 1 jutaan; IP64 melindungi dari debu dan percikan.
- Layar 6,75" IPS 120Hz yang terang; pengalaman scroll mulus.
- Penyimpanan UFS 2.2 membantu respons aplikatif dan multitasking ringan.
- UI mulus untuk harian; ColorOS minim gangguan iklan; triple-slot dan jack audio tetap tersedia.
- Widevine L1 untuk Netflix (tanpa HDR) dan YouTube hingga 1080p60.
- After-sales OPPO luas; janji 2 kali Android update + 3 tahun security update.
Kekurangan yang Paling Kerasa
- Kamera sangat basic; tanpa OIS/EIS, perekaman mentok 1080p30; low-light biasa saja.
- Tanpa NFC dan tanpa gyro hardware (efek ke stabilisasi video dan akurasi gyro di game).
- Speaker mono dan single mic; kualitas audio standar.
- Baterai 6500mAh tidak seirit ekspektasi kapasitasnya; charging 15W lambat.
- Haptic feedback kurang halus; bezel masih tebal; layar HD+ (bukan FHD+).
OPPO A6X Cocok untuk Siapa?
Cocok untuk:
- Pengguna pemula, pelajar/anak sebagai smartphone pertama: UI mudah, baterai besar, desain kokoh, IP64.
- Pengguna harian non-gamer: chat, sosial media, belanja online, streaming; layar terang dan 120Hz membuat nyaman.
- Mereka yang memprioritaskan desain rapi dan jaringan servis luas dibanding spek kamera/charging.
Tidak cocok untuk:
- Pengguna yang butuh kamera/video stabil dan andal di low-light.
- Gamer kompetitif yang mengejar 60ā90 fps konsisten atau butuh gyro presisi.
- Pengguna yang membutuhkan NFC, stereo speaker, dan fast charging di atas 15W.
Skenario ideal:
- Dipakai harian di berbagai aplikasi dengan refresh rate disetel High untuk menjaga 90ā120Hz di sebagian aplikasi.
- Konten video streaming panjang; pengisian daya dilakukan semalaman karena 15W cukup lama.
Jadi, OPPO A6X Layak Dibeli atau Tidak?
Layak dibeli jika:
- Harga berada di kisaran awal (ā¤Rp1,8 jutaan) atau ada promo agresif.
- Prioritas Anda adalah build andal, layar 120Hz yang terang, UI lancar, dan storage UFS di kelas 1 jutaan. Pertimbangkan opsi lain jika:
- Anda butuh kamera dan audio yang lebih kuat, NFC, gyro hardware, atau fast charging lebih cepat. Untuk varian 6/128 dan 6/256 di >Rp2,3 jutaan, value bersaing ketat dengan merek lain yang menawarkan kamera/charging lebih baik; pastikan ada diskon sebelum memutuskan.
Alternatif yang Bisa Dipertimbangkan
- Redmi 13C: layar 90Hz, kamera 50MP, biasanya harga agresif; cocok jika prioritas kamera di harga serupa.
- Infinix Hot 40/Note seri setara: fast charging 33W dan performa gaming kasual yang lebih stabil di beberapa judul.
- realme C55/C53: fast charging 33W, kamera lebih oke untuk siang hari.
- OPPO A6: jika budget ~Rp2,9ā3,3 jutaan; baterai 7000mAh, rating IP lebih tinggi, masih Snapdragon 685ālebih tahan lama namun lebih mahal.
Kesimpulan Singkat
GizmoKita merangkum opini banyak YouTuber Indonesia agar Anda cepat mengambil keputusan beliātanpa harus menonton video panjang.
FAQ
OPPO A6X cocok untuk siapa?
Cocok untuk pengguna pemula dan harian non-gamer yang mengutamakan desain solid, layar 120Hz yang terang, dan UI lancar, dengan ekspektasi kamera & audio yang basic.
OPPO A6X layak dibeli atau tidak?
Layak di harga ā¤Rp1,8 jutaan atau saat promo. Di harga >Rp2,3 jutaan, kompetitor menawarkan kamera/charging lebih baikābandingkan dulu sebelum beli.
Berapa lama baterai OPPO A6X bertahan?
Video lokal 1080p hingga ~24 jam; streaming YouTube 1 jam -5%, TikTok 1 jam -6%. Untuk game berat (Genshin) 30 menit -13%.
Apa beda OPPO A6X vs OPPO A6?
A6 menawarkan baterai lebih besar (7000mAh) dan rating IP lebih tinggi, namun harganya lebih mahal. SoC masih Snapdragon 685 di keduanya.
Apakah OPPO A6X mendukung NFC dan gyro?
Tidak ada NFC dan tidak ada gyro hardware (hanya virtual), sehingga berdampak pada akurasi gyro di game dan stabilisasi video.
Sumber: Jagat Review






