Review Singkat Tozo H20: baterai 90 jam, LDAC, dan peningkatan real?
- Produk: Tozo H20 (over-ear ANC, wireless, dukung LDAC, mode kabel USBāC)
- Kisaran harga: Rp800ā950 ribu (tergantung promo)
- Lawan langsung: Earfun Tune Pro, Soundpeats Space Pro, Earfun Wave Pro
- Profil singkat: fokus ke daya tahan baterai panjang, aplikasi dengan EQ komunitas, karakter suara cenderung bassy
Hal penting untuk pembeli sibuk
- Daya tarik utama ada pada baterai sangat panjang dan dukungan LDAC di harga subā1 juta.
- Suara bawaan cenderung midābassy dengan sedikit kilau treble yang bisa tajam di volume tinggi; EQ membantu namun tidak bisa menyentuh 8ā10 kHz secara spesifik.
- ANC terasa, tapi bukan kelas terbaik di segmen; beberapa pesaing sedikit lebih kedap.
- Build dan kenyamanan aman untuk pemakaian lama; earpads mudah dilepas-pasang dan tersedia resmi.
- Fitur harian lengkap: multipoint, mode gaming/latency rendah, kabel audio via USBāC, aplikasi dengan preset komunitas.
- Layak dipilih jika prioritas Anda baterai, LDAC, dan punch midābass; kurang ideal jika sensitif terhadap treble tajam.
Mengapa banyak yang melirik di kelas 1 jutaan
Tozo H20 hadir sebagai penyempurnaan dari Tozo H10 dengan fokus pada efisiensi daya dan penambahan codec beresolusi tinggi. Di segmen overāear ANC terjangkau, kombinasi baterai yang sangat panjang dan LDAC jadi nilai unik, sementara desain dan fitting mempertahankan pendekatan aman: clamp sedang, bantalan cukup empuk, dan bobot yang masih nyaman untuk kerja atau commuting.
Benang merah dari pengujian kanal lokal
Artikel ini merangkum temuan dari sejumlah reviewer audio Indonesia. Polanya: hampir semua menyorot lonjakan baterai dan hadirnya LDAC sebagai upgrade paling terasa. Soal kualitas suara, ada konsensus bahwa midābass lebih menonjol dibanding subābass, dengan treble yang bisa terasa tajam di area tinggi. Perbedaan pendapat muncul di tingkat kekedapan ANC dan kenyamanan: sebagian menyebut ANC H20 ācukupā untuk keramaian harian, sementara yang lain menilai pesaing seperti Earfun Tune Pro sedikit lebih kedap. Di sisi kenyamanan, mayoritas setuju H20 nyaman, namun ada yang merasa bantalan headband kurang empuk untuk kepala tertentu.
Apa yang dibahas di review Tozo H20 soal peningkatan dari H10?
Dua titik peningkatan yang paling sering disepakati: daya tahan baterai yang jauh lebih panjang dan dukungan LDAC. Separasi instrumen dan layer terasa sedikit lebih terbuka dibanding H10, meski tonal dasarnya masih serumpun. Untuk rancangan fisik, perubahan minim; poin plusnya, earpads kompatibel lintas model (H10/H20) dan mudah diganti.
Yang menonjol di pemakaian harian
- Baterai sangat panjang: klaim 90 jam (tanpa ANC) dan 55 jam (dengan ANC). Di pemakaian moderat, pengisian daya jadi jarang.
- LDAC di harga terjangkau: memberi headroom kualitas lebih baik pada sumber yang mendukung, tanpa mengorbankan kestabilan secara signifikan.
- Aplikasi ramah pengguna: EQ 10āband, bisa berbagi preset komunitas; memudahkan pengguna awam āpakai jadiā.
- Fitur lengkap: multipoint untuk dua perangkat, mode latency rendah/gaming, dan dukungan audio kabel via USBāC.
- Kenyamanan aman: clamp sedang, earpads mudah diganti, ketersediaan suku cadang resmi memudahkan perawatan.
Catatan yang perlu diperhatikan sebelum beli
- Tonal bawaan bassy: midābass cenderung tebal sehingga terasa punchy, tapi bisa āmuddyā pada lagu tertentu bila volume tinggi.
- Treble area tinggi: ada energi di sekitar 8ā10 kHz yang pada sebagian lagu/rekaman bisa terasa tajam; EQ default tidak menyediakan titik 8ā10 kHz spesifik (hanya 6 dan 12 kHz), sehingga koreksi tidak presisi.
- ANC kelasnya ācukupā: efektif untuk noise harian, namun bukan yang paling kedap; beberapa pesaing terasa sedikit lebih kuat, terutama pada frekuensi tinggi.
- Headband cushioning: nyaman untuk banyak orang, tapi ada yang berharap busanya lebih empuk untuk sesi sangat panjang.
- Aksesori: tidak selalu disertai hard case di paket penjualan; cek bundling toko.
Siapa yang akan paling cocok ā dan siapa yang sebaiknya pilih opsi lain
Cocok untuk:
- Pengguna yang prioritasnya baterai panjang, mobilitas tinggi, dan ingin LDAC tanpa naik kelas harga.
- Pendengar yang suka karakter punchy dengan aksen midābass untuk pop, EDM, KāPop, atau live band energik.
- Pengguna yang senang bereksperimen EQ/preset komunitas dan butuh multipoint di pekerjaan hybrid. Kurang cocok untuk:
- Pendengar sensitif treble atau yang mengejar treble super halus dan airy tanpa perlu utakāatik EQ.
- Pencari ANC paling kedap di kelas harga ini.
- Pecinta tonal netral yang ingin presentasi subābass lebih dalam daripada midābass. Trade-off keputusan beli:
- Anda mendapat baterai topātier dan LDAC, menukar sedikit dengan ANC yang ācukupā dan treble yang perlu penyesuaian EQ.
- Kenyamanan aman dengan kemudahan ganti earpads, namun headband bisa terasa standar bagi sebagian kepala.
Kesimpulan praktis: beli sekarang atau lewatkan?
Jika Anda mengejar baterai sangat panjang, konektivitas modern dengan LDAC, dan karakter suara yang mengutamakan punch midābass, Tozo H20 adalah opsi kuat di bawah Rp1 juta. Beli dengan ekspektasi realistis: ANC cukup, treble area tinggi bisa perlu penyesuaian, dan paket aksesori minimal. Bagi pencinta suara netral atau hunter ANC paling kedap, pertimbangkan alternatif di bawah.
Pilihan rival di harga serupa
- Earfun Tune Pro: ANC terasa sedikit lebih kedap; karakter lebih menonjol di subābass; EQ lebih presisi di area tinggi. Minus: tanpa LDAC.
- Soundpeats Space Pro: treble cenderung lebih smooth; teknik serupa; harga fluktuatif. Earpads resmi tidak selalu mudah didapat.
- Earfun Wave Pro: lebih netral, biasanya ada case; cocok untuk yang ingin presentasi lebih rata. Bass tidak sedramatis H20.
- Tozo H10 (generasi sebelumnya): lebih murah, baterai lebih kecil, tanpa LDAC; panggung/separasi terasa lebih sempit.
Tetap kritis, pilih sesuai kebutuhan
Fokuskan pada prioritas: baterai, LDAC, dan kemudahan EQ komunitas adalah alasan utama memilih H20. Bila kebutuhan Anda lebih menuntut ANC atau treble super halus, alternatif di atas layak dipertimbangkan.
Pertanyaan yang sering dicari
Apakah Tozo H20 cocok untuk musik bass-heavy?
Ya, karena midābass yang punchy. Jika terasa tebal, kurangi beberapa dB di 100ā200 Hz lewat aplikasi.
Bagaimana perbandingan Tozo H20 vs H10?
H20 menawarkan baterai lebih panjang, LDAC, dan separasi sedikit lebih terbuka. Tonal dasar serupa; H20 lebih fleksibel untuk file beresolusi tinggi.
Apakah ANC Tozo H20 cukup untuk commuting?
Cukup meredam noise harian dan kendaraan. Namun untuk kekedapan maksimal, beberapa pesaing di kelas harga ini terasa sedikit lebih kuat.
Bisa dipakai kabel dan multipoint?
Bisa. H20 mendukung audio via USBāC dan koneksi dua perangkat sekaligus, praktis untuk kerja hybrid dan hiburan.
Sumber: Fernanda Gunsan
