Ini ponsel yang membuat batas antara smartphone dan tablet makin kabur. Saat dua engsel dibuka, layar 10 inci menyambut dengan layout mirip tablet, tapi tetap muat di saku. Rasanya seperti memegang masa depan, terutama ketika produktivitas dan hiburan berjalan bersamaan tanpa kompromi.
Pengalaman lipat dua kali ini bukan sekadar trik. Dari magnet penyeimbang, mekanisme engsel yang saling âmengunciâ, hingga optimasi antarmuka, semuanya terasa matang. Ada kurva belajar singkat, namun setelah beberapa kali buka-tutup, gerakannya menjadi natural. Singkatnya: ini bukan konsep; ini perangkat harian yang benar-benar bisa menggantikan tablet kecil.
Baca juga: iQOO 15 Review: Snapdragon 8 Elite Gen 5 Gahar
Mengapa Samsung Galaxy Z Trifold Hadir Sekarang
Waktu rilis terasa tepat karena ekosistem aplikasi Android sudah jauh lebih siap. Banyak aplikasi besarâgaleri, file manager, hingga YouTubeâsecara cerdas memanfaatkan ruang ekstra. Alhasil, konten bukan sekadar dibesarkan, tetapi benar-benar direformat agar lebih informatif dan efektif.
Rasio layar dalam yang kurang lazim, sekitar 16:11, berdampak nyata. Video layer luas tampil lebih imersif, bar hitam mengecil, dan area komentar atau rekomendasi tetap terlihat tanpa harus pause. Artinya: konsumsi konten meningkat tanpa mengorbankan navigasi.
Samsung Galaxy Z Trifold: Desain, Layar, dan Durabilitas
Desainnya tebal ketika dilipat, namun ketipisan saat dibuka mengejutkanâdi titik tertipis hanya sekitar 3,9 mm. Bobot 309 gram memang di atas ponsel lipat konvensional, tetapi sebanding dengan rigiditas ekstra dari lapisan tambahan. Magnet snap yang presisi membuat panel menutup rapat dan mengurangi wobble saat dibawa.
Kelemahan fisik tetap ada. Dua lipatan berarti dua crease; keduanya jelas terlihat pada sudut cahaya tertentu. Permukaan luar yang licin mudah menangkap sidik jari dan debu; dengan enam sisi panel, menjaga kebersihan menjadi pekerjaan tambahan. Case bawaan membantu grip dan proteksiâmenariknya, unit ritel juga menyertakan charger 45W di dalam boks, keputusan yang jarang ditemui akhir-akhir ini.
Cover screen yang terlindungi kaca generasi terbaru terasa aman, tetapi lapisan pelindung layar dalam tetap perlu perhatian. Partikel kecil yang terselip di antara panel berpotensi meninggalkan guratan jika tidak dibersihkan dulu sebelum menutup. Saran praktis: biasakan mengusap layar dan engsel tiap kali sebelum menutup, terutama setelah pemakaian di luar ruang.
Kecerahan puncak layar dalam diklaim sekitar 1.600 nitâdi bawah model Fold generasi terbaru. Dalam praktik, layarnya masih memadai di luar ruangan, meski refleksi bisa muncul pada sudut tertentu. Panel besar, bezel seimbang, dan ketegasan engsel membuatnya nyaman dipakai di meja, walau tonjolan kamera bisa menyebabkan wobble saat disentuh tanpa case.
Samsung Galaxy Z Trifold: Performa, Kamera, dan Baterai
Chipset kelas atasâdisebut Snapdragon 8 Elite dalam unit awalâmemberikan performa harian yang kencang. Bukan yang absolut terbaru di atas kertas, namun kombinasi CPU-GPU modern dan RAM 16 GB menjaga multitasking tetap stabil. Penyimpanan 512 GB menjadi standar, yang terasa pas untuk foto, video 4K, dan game besar.
Modul kamera mengadopsi formula andalan: sensor utama 200 MP, ultrawide 12 MP, dan telefoto 3x 10 MP. Kualitas foto siang solid, warna konsisten, dan stabilisasi video terjaga. Keterbatasannya ada di telefoto 3x yang kalah fleksibel dibanding kompetitor 5x, serta noise di kondisi minim cahaya pada ultrawide. Kelebihan unik perangkat lipat tiga ini adalah kemampuan framing: subjek dapat melihat pratinjau di cover screen, sementara pengguna bisa menyusun komposisi lebih presisi.
Baterai sekitar 5.600 mAh dibagi ke tiga sel di masing-masing segmen. Hasilnya terasa: layar besar bukan lagi momok daya. Streaming, kerja multi-window, dan sesi game sedang bisa ditopang seharian dengan manajemen yang wajar. Pengisian 45W kabel dan 15W nirkabel mempercepat jeda pengisian, walau bukan yang tercepat di kelasnya. Perlindungan air setara standar foldable premium hadir, namun tetap hindari paparan debu halus berkepanjangan.
Samsung Galaxy Z Trifold untuk ProduktivitasâDeX dan Multitasking
Di sinilah perangkat ini bersinar. Mode DeX berjalan langsung di layar internal, mengubah antarmuka menjadi mirip desktop. Jendela aplikasi dapat diubah ukuran, dipindahkan, dan disusun ke beberapa âdesktopâ virtual. Bagi pekerja mobile, menghubungkan keyboard dan mouse Bluetooth menjadikannya workstation portabel. Menariknya, perangkat juga bisa menjadi layar ekstensi saat tersambung ke monitor, menghasilkan dua layar aktif sekaligus.
Di luar DeX, multitasking native tiga aplikasi berdampingan terasa natural. Misalnya, Netflix di kiri, browser di kanan, dan aplikasi komunikasi sebagai panel ketiga. Layout cepat, animasi mulus, dan tombol tukar posisi panel mempersingkat workflow. Favorit banyak pengguna adalah fitur âtrio tersimpanâ: kombinasi tiga aplikasi beserta layout-nya bisa diluncurkan dengan satu ketukan. Singkatnya: ini tablet mini yang kebetulan juga telepon.
Samsung Galaxy Z Trifold vs Pesaing: Apa yang Berbeda?
Pendekatan engsel U pada perangkat ini membuatnya fokus ke dua mode utama: cover screen dan layar internal penuh. Beberapa pesaing mencoba engsel Z agar satu atau dua bagian layar bisa aktif independen. Pilihan Samsung memberi konsistensi pada optimasi aplikasi tablet 10 inci, namun mengorbankan sedikit fleksibilitas mode unik. Kelebihannya, dukungan DeX, ekosistem aksesori, dan optimasi multi-window terasa paling matang di Android saat ini.
Kesimpulannya, perangkat lipat tiga ini adalah bukti penyatuan dua dunia yang sudah dikuasai pabrikan: smartphone dan tablet. Harganya kemungkinan premiumâbahkan mendekati kisaran US$3.000 menurut kabar awalânamun balas jasanya adalah produktivitas dan hiburan yang jarang ditandingi. Samsung Galaxy Z Trifold cocok untuk pengguna yang benar-benar ingin layar tablet di saku, tanpa menenteng dua perangkat sekaligus.
FAQ
Kapan perangkat ini tersedia di Indonesia?
Belum ada tanggal resmi, namun tren rilis global Samsung biasanya diikuti gelombang masuk regional dalam beberapa minggu hingga bulan.
Apakah layarnya tahan gores?
Cover screen lebih aman, tapi lapisan layar dalam tetap perlu kehati-hatian. Disarankan rutin membersihkan dan menghindari tekanan benda keras.
Seberapa kuat engsel ganda saat dipakai harian?
Rigid dan presisi, namun debu halus dan partikel kecil tetap musuh utama. Perawatan berkala dan penggunaan case sangat direkomendasikan.
Apakah mode DeX bisa menggantikan laptop?
Untuk kerja kantor ringanâdokumen, sheet, email, video callâcukup dekat. Aplikasi berat atau spesifik profesi masih lebih nyaman di laptop.
Berapa estimasi harga globalnya?
Perkiraan awal berada di kisaran US$2.400âUS$3.000, bergantung konfigurasi dan pasar. Harga lokal bisa berbeda karena pajak dan promosi ritel.
Sumber: MrWhoseTheBoss






