Anda mempertimbangkan Galaxy S26 Ultra tapi ragu di dua titik: klaim cas 60W yang katanya bisa dari 0–75% dalam 30 menit, serta wireless 25W yang masih tanpa magnet. Dua hal ini akan menentukan ritme harian—apakah cepat terisi sebelum berangkat, dan apakah wireless benar-benar praktis di meja kerja tanpa drama “nyari posisi.”
Sintesis opini reviewer gadget yang menyoroti kelebihan dan kompromi utama.
Upgrade 60W terasa berarti di atas 45W, tapi klaim 0–75% 30 menit tetap perlu verifikasi unit ritel; wireless 25W-nya kencang di angka, tidak selalu praktis karena belum ada magnet. Best for: Pengguna yang sering butuh top-up cepat via kabel Pengguna yang tetap mengutamakan bobot ringan ketimbang baterai jumbo Mereka yang memakai stand wireless presisi di meja kerja Not ideal for: Pengguna yang berharap “taruh-klik-nempel” ala iPhone/Pixel Pemburu baterai 7000mAh bertahan 2–3 hari Final verdict: Worth it jika prioritas Anda fast top-up kabel; untuk wireless, siap-siap kompromi atau siapkan aksesori ber-magnet.
S26 Ultra tetap pada baterai 5000 mAh. Di saat beberapa flagship Cina sudah berani 7000 mAh, Samsung memilih arah berbeda: ponsel lebih ringan, tebal turun dari 8,2 mm ke 7,9 mm. Di sisi pengisian, kabel naik kelas ke 60W—angka yang lebih kompetitif dibanding generasi sebelumnya 45W. Wireless mendukung 25W, namun tanpa sistem magnet ala iPhone/Pixel. Di video hands-on, MrWhosetheboss menyebut S26 Ultra kini mendukung 60W dan “dalam 30 menit pengisian daya, Anda bisa mendapatkan ponsel ini dari 0% hingga 75%.” Klaimnya jelas agresif untuk kapasitas 5000 mAh. Dari sisi ekspektasi, ini ideal untuk skenario “mandi–sarapan–cabut.” Namun verifikasi presisi butuh unit ritel, adaptor resmi/kompatibel, dan kondisi yang konsisten (suhu ruang, baterai benar-benar 0%, layar mati). Hal penting: Samsung tidak menambah kapasitas baterai. Artinya, sensasi “naik signifikan” akan paling terasa di 30 menit pertama—tepat sesuai klaim 0–75%. Untuk penggunaan harian, ini memotong waktu menunggu ketimbang 45W sebelumnya. Angkanya meyakinkan: 25W. Namun MrWhosetheboss menyorot hal yang sering dialami pengguna Samsung saat wireless—tanpa magnet, menemukan “sweet spot” bisa makan waktu. Di videonya, ia terang-terangan menyebut Anda akan “bermain” mencari posisi selama beberapa menit bila ingin benar-benar stabil. Itulah kenapa ia mencontohkan solusi aksesori pihak ketiga ber-magnet agar prosesnya seperti “klik-dan-nempel”. Bagi yang sering charge wireless sambil kerja, ini perbedaan nyata antara nyala stabil vs tersenggol lalu gagal ngecas. Nada umumnya: puas, tidak euforia. Ia mengapresiasi upgrade praktis—60W di kabel, 25W di wireless (meski tanpa magnet), dan keputusan membuat ponsel lebih ringan. Di luar charging, ia juga menyorot banyak sentuhan desain dan software yang terasa maju, namun tidak semua lompatan terasa game-changer. Intinya: peningkatan yang terasa, tapi bukan revolusi. Samsung memilih jalur ponsel lebih ringan, bukan baterai lebih besar. Keuntungannya jelas: bobot dan ergonomi. Trade-off-nya: ritme isi ulang harus lebih sering—di sinilah 60W mengambil peran sebagai “kompensasi waktu.” Klaim 0–75% 30 menit mengandaikan daya 60W penuh. Pastikan adaptor dan kabel sesuai standar yang didukung. Untuk wireless, mempertimbangkan stand berkualitas dan aksesori magnet pihak ketiga bisa mengurangi drama posisi—sejalan dengan saran praktis yang disinggung di video. Siapa yang cocok, tidak cocok, dan trade-off kunci Layak, jika fast charging kabel adalah prioritas dan Anda siap kompromi di wireless atau menambah aksesori magnet. Di video disebutkan demikian untuk 60W. Verifikasi presisi perlu pengujian ritel dengan adaptor kompatibel. Secara daya didukung 25W. Tanpa magnet, posisi harus pas agar tidak terputus bila tergeser. Jika charger Anda tidak mendukung 60W yang kompatibel, manfaatnya tidak maksimal. Tidak dijelaskan. Dampaknya, pengguna sering “mencari sweet spot” saat wireless. Masih standar flagship Samsung; ritme isi ulang akan mengandalkan kecepatan 60W untuk top-up singkat. Terima kasih telah membaca GizmoKita. Dukung kami agar terus menguji klaim dan memberi konteks yang relevan untuk pengguna Indonesia.
Suka dengan konten ini? Dukung GizmoKita agar terus bisa bikin rangkuman review gadget terbaik untuk kamu 💙
Sumber: MrWhosetheboss
Verdict Editorial
Spesifikasi
Detail
Penjelasan
Harga Indonesia
Rp. 24.499.000
Menentukan kelas persaingan dan ekspektasi fitur pengisian.
Baterai
5000 mAh
Besaran daya total yang diisi ulang.
Pengisian Kabel
60W
Menentukan kecepatan top-up singkat dari kosong.
Klaim 0–75%
±30 menit
Menggambarkan target waktu pengisian singkat.
Pengisian Nirkabel
25W
Menentukan kecepatan saat diletak di pad/stand.
Sistem Magnet
Tidak ada
Mempengaruhi kemudahan “centering” di pad/stand.
Di mana Posisi S26 Ultra di Kelasnya?
Uji Klaim Cas 60W Galaxy S26 Ultra: 0–75% Dalam 30 Menit?
Realita Wireless 25W Tanpa Magnet: Cepat di Angka, Tapi…
Apa Kata MrWhosetheboss Soal Pola Peningkatan Tahun Ini?
Kapan 60W Terasa Paling Berguna?
Di mana 25W Wireless Terasa Kurang Praktis?
Kenapa Samsung Tidak Mengejar Baterai 7000 mAh?
Catatan Untuk Pembeli: Adaptor dan Aksesori
Penutup
TL;DR
Verdict GizmoKita: Layak Dibeli atau Tidak?
Alternatif Sekelas di Pasar Indonesia (opsional)
FAQ
Apakah benar 0–75% dalam 30 menit?
Apakah wireless 25W stabil untuk dipakai semalaman?
Perlukah charger baru untuk 60W?
Kenapa Samsung belum pakai magnet bawaan seperti iPhone/Pixel?
Apakah kapasitas 5000 mAh cukup?






