Pernah nggak sih, Anda berdiri di depan toko audio atau scroll marketplace, bingung mau pilih headphone retro yang mana? Di satu sisi ada FiiO EH11 yang keren dengan Bluetooth-nya, di sisi lain ada Moondrop Old Fashioned yang klasik dengan kabelnya. Keduanya sama-sama bikin nostalgia, tapi kok rasanya banyak banget yang bilang “wired pasti lebih bagus,” atau “headphone retro mah cuma buat denger jazz doang.”
Nah, dua produk ini sebenarnya punya harga yang nggak jauh beda, sama-sama bergaya vintage, tapi caranya beda banget: satu pakai Bluetooth LDAC, satunya lagi wired open-back. Artikel ini bakal ngupas tuntas lima mitos paling sering beredar soal headphone retro modern, pakai data perbandingan langsung dari kedua headphone ini.
Verdict Editorial
Sintesis opini reviewer gadget yang menyoroti kelebihan dan kompromi utama.
Kesimpulan Sekilas FiiO EH11 cocok buat yang butuh mobilitas dan suara all-rounder yang hangat; Moondrop Old Fashioned pas buat yang suka pengalaman wired murni dengan vokal dan midrange yang lebih menonjol.
Pilih FiiO EH11 jika:
- Anda pengen bebas bergerak tanpa kabel, dengan kualitas LDAC yang oke
- Suka dengerin berbagai genre, dari EDM sampai hip-hop yang butuh bass nendang
- Sering mobile dan males ribet sama kabel atau DAC tambahan
Pilih Moondrop Old Fashioned jika:
- Anda lebih suka koneksi wired tanpa kompresi dan tanpa khawatir baterai habis
- Fokus dengerin musik vokal, akustik, atau genre yang butuh kejernihan midrange
- Pengen headphone open-back beneran dengan budget di bawah 500 ribu
Final verdict: FiiO EH11 menang secara keseluruhan karena fleksibilitas nirkabel, bass lebih mantap, lebih nyaman dipakai lama, plus ada parametric EQ — value-nya lebih tinggi buat kebanyakan orang di era sekarang.
Tabel Perbandingan Spesifikasi
| Spesifikasi | FiiO EH11 | Moondrop Old Fashioned | Pemenang |
|---|---|---|---|
| Tipe | On-ear, semi-open | On-ear, open-back | Seri (tergantung selera) |
| Koneksi | Bluetooth 6.0 (LDAC, AAC, SBC) | Wired 3.5mm (0.78mm 2-pin) | Tergantung kebutuhan |
| Driver | 40mm dynamic, long-throw | 40mm dynamic, three-layer rigid-flex composite | Seri |
| Respons Frekuensi | 17 Hz – 40 kHz | 20 Hz – 32 kHz | FiiO EH11 (lebih lebar) |
| Impedansi | 16 Ω | 32 Ω ±15% | Seri (sama-sama gampang di-drive) |
| Sensitivitas | Data tidak tersedia | 109 dB/Vrms | Belum bisa ditentukan |
| Bobot | 92 g | ~119 g | FiiO EH11 |
| Baterai | Sampai 30 jam | Nggak ada (wired) | FiiO EH11 |
| Charging | USB-C, ~2 jam | Nggak berlaku | FiiO EH11 |
| Codec Hi-Res | LDAC (sampai 990 kbps) | Nggak ada (analog murni) | Tergantung preferensi |
| App Support | FiiO Control (parametric EQ) | Nggak ada | FiiO EH11 |
| Harga (Indonesia) | ~Rp300.000 – Rp780.000 | ~Rp350.000 – Rp450.000 | Moondrop Old Fashioned (lebih murah di harga resmi) |
Konteks: Kenapa Kedua Produk Ini Sering Dibandingkan
FiiO EH11 dan Moondrop Old Fashioned ini sebenernya main di lapangan yang sama: headphone on-ear bergaya retro dengan driver 40mm dan harga di bawah 800 ribu. Keduanya ngejar pembeli yang pengen tampilan vintage ala era Walkman dan kaset, tapi nggak mau kalah sama performa audio modern.
FiiO ambil jalur nirkabel penuh dengan Bluetooth 6.0 dan LDAC, sementara Moondrop milih jalur wired open-back dengan tuning DF-HRTF yang netral. Yang bikin perbandingan ini menarik: keduanya ngebantah banyak asumsi lama tentang headphone retro. Yuk kita bongkar satu per satu.
Mitos 1: Headphone Wired Selalu Lebih Bagus Suaranya dari Wireless
Ini mitos yang paling bandel di dunia audio. Logikanya simpel: kabel = sinyal murni tanpa kompresi, Bluetooth = data dipotong-potong, pasti suaranya lebih jelek.
Tapi tunggu dulu. Di tahun 2025–2026 ini, gap-nya udah tipis banget. FiiO EH11 support LDAC dengan bitrate sampai 990 kbps — hampir mendekati lossless — dan kalau di blind test, kebanyakan orang nggak bisa bedain dari koneksi wired kalau file-nya standar lossy (128–320 kbps). Headfonia dalam review-nya bahkan bilang kalau EH11 “genuinely came out on top” lawan Koss Porta Pro Wireless, dengan “better midrange clarity, more controlled bass, and a wider, more open presentation.”
Yang lebih seru lagi: waktu dibandingkan langsung sama Moondrop Old Fashioned (yang wired), EH11 malah unggul di respons bass. Source perbandingan nyebutin kalau EH11 punya bass yang “lebih landai sampai frekuensi rendah, lebih tebal, dalam, dan bertekstur,” sementara Old Fashioned mengalami “roll-off lebih cepat” di low-end. Ini bukan gara-gara kabel vs nirkabel, tapi karena tuning dan desain akustiknya yang emang beda.
Pemenang: FiiO EH11 — buat bass extension dan fleksibilitas. Moondrop Old Fashioned unggul di fokus vokal, tapi bukan karena wired-nya, melainkan karena tuning-nya yang memang sengaja nge-boost midrange.
Mitos 2: Headphone Retro Nggak Nyaman Buat Dipake Lama
Bayangannya: headphone jadul dengan bantalan tipis, tekanan kencang, dan berat banget. Itu memang bener buat headphone era 80-an asli. Tapi FiiO EH11 dan Moondrop Old Fashioned ini produk modern dengan bahan dan ergonomi yang jauh lebih oke.
FiiO EH11 cuma 92 gram — salah satu headphone on-ear paling ringan yang ada. Headfonics nyebutnya “one of the lightest and most comfortable pieces of headgear I’ve tried.” Tekanan ke kepala juga ringan, dan earpad busanya bisa diganti. Source perbandingan juga bilang kalau EH11 “lebih nyaman karena tekanan merata di tengah telinga.”
Moondrop Old Fashioned sedikit lebih berat di 119 gram, dengan headband full besi yang lebih kokoh. Tapi, source yang sama nyebutin kalau Old Fashioned “cenderung menekan bagian atas dan terasa longgar di bawah” — masalah fitting yang bikin kurang stabil buat sebagian orang. Earpad-nya memang lebih tebal dan lebar, tapi distribusi tekanannya nggak semerata EH11.
Pemenang: FiiO EH11 — lebih ringan, tekanan lebih merata, dan lebih nyaman buat sesi dengerin musik yang lama.
Mitos 3: Driver Besar Selalu Bikin Suara Lebih Bagus
“Driver 50mm pasti lebih nendang dari 40mm.” Ini logika yang sering muncul, tapi sebenernya menyesatkan. Ukuran driver cuma satu variabel; tuning, material diaphragm, desain akustik, dan enclosure jauh lebih menentukan hasilnya.
Kedua headphone ini sama-sama pakai driver dynamic 40mm — ukuran yang tergolong besar buat form factor on-ear. FiiO EH11 pakai long-throw driver dengan composite diaphragm yang dioptimalkan buat bass, mendorong frekuensi resonansi turun ke 60 Hz dan menghasilkan ekstensi bass sampai 17 Hz. Moondrop Old Fashioned pakai three-layer rigid-flex composite diaphragm dengan tuning DF-HRTF yang netral.
Hasilnya? EH11 ngasih bass yang lebih dalam dan bertenaga, sementara Old Fashioned unggul di kejernihan midrange dan vokal. Nggak ada yang “lebih bagus” secara mutlak — semuanya balik lagi ke tuning, bukan ukuran driver. Bahkan, driver 40mm di Old Fashioned bisa ngalahin driver lebih besar dari headphone lain dalam hal kejernihan mid dan treble.
Pemenang: Seri di aspek ini. Keduanya membuktikan kalau tuning dan engineering lebih penting daripada sekadar ukuran driver.
Mitos 4: Headphone Retro Cuma Cocok Buat Musik Klasik dan Jazz
Ini stereotip yang lahir dari headphone vintage asli yang emang cenderung warm dan rolled-off di treble. FiiO EH11 dan Moondrop Old Fashioned ngebantah ini dengan cara yang beda.
FiiO EH11 datang dengan mild V-shaped signature — bass boosted, treble sedikit sparkly, mid sedikit recessed. Headfonia nyebutnya “warm, full-bodied, and genuinely musical.” Dengan bass yang dalam dan bertekstur, EH11 sangat capable buat EDM, hip-hop, dan pop modern. Source perbandingan juga ngegas kalau EH11 adalah “all-rounder, cocok buat berbagai genre termasuk band dan orkestra.”
Moondrop Old Fashioned, dengan tuning DF-HRTF yang lebih netral dan fokus vokal, memang lebih cocok buat musik akustik, jazz, dan vokal. Tapi bukan berarti nggak bisa buat genre lain — cuma bass-nya yang lebih sedikit bikin musik elektronik terasa kurang bertenaga dibanding EH11.
Pemenang: FiiO EH11 — lebih fleksibel lintas genre berkat bass extension yang superior.
Mitos 5: Harga Mahal Jaminan Kualitas Lebih Baik
Di segmen budget, mitos ini paling gampang dibantah. FiiO EH11 dibanderol sekitar $30–$50 USD (Rp300–780 ribu di Indonesia, tergantung jalur pembelian), sementara Moondrop Old Fashioned sekitar $25–$28 USD (Rp350–450 ribu). Selisih harga nggak signifikan, tapi yang Anda dapetin sangat berbeda.
Dengan harga yang hampir sama, FiiO EH11 ngasih: Bluetooth 6.0, LDAC, parametric EQ via app, kontrol rotary fisik di earcup, baterai 30 jam, multipoint connection, dan dua pasang earpad cadangan. Moondrop Old Fashioned ngasih: koneksi wired murni, kabel detachable 0.78mm 2-pin, headband full besi, dan tuning DF-HRTF yang netral.
Pragmatic Audio, yang bandingin keduanya secara langsung, nyimpulin kalau EH11 “simply sounds better composed and more refined” dalam konfigurasi default, dan nyebutnya “genuinely impressive” bahwa headphone wireless $35 bisa ngalahin referensi wired di harga serupa.
Ini bukan berarti Old Fashioned jelek — buat penggemar wired murni yang pengen open-back sejati, nilainya tetap luar biasa. Tapi dari sisi fitur per rupiah, EH11 jelas lebih banyak ngasih.
Pemenang: FiiO EH11 — value for money lebih tinggi dengan fitur yang jauh lebih lengkap.
Penutup
Rekap Pemenang per Kategori
- Kualitas Suara (Bass & Fleksibilitas Genre): FiiO EH11
- Kualitas Suara (Vokal & Midrange): Moondrop Old Fashioned
- Kenyamanan: FiiO EH11
- Build Quality (Headband): Moondrop Old Fashioned
- Fitur & Konektivitas: FiiO EH11
- Harga: Moondrop Old Fashioned (sedikit lebih murah)
- Value for Money: FiiO EH11
TL;DR
FiiO EH11 adalah headphone retro Bluetooth dengan LDAC, bass dalam, bobot 92g, baterai 30 jam, dan parametric EQ — all-rounder sempurna buat pengguna modern. Moondrop Old Fashioned adalah headphone retro wired open-back dengan tuning netral DF-HRTF, fokus vokal, dan build kokoh — ideal buat purist yang pengen pengalaman analog murni.
Verdict: Mana yang Layak Dibeli?
Buat kebanyakan pembaca yang pengen headphone retro modern yang praktis, nyaman, dan capable buat semua genre — FiiO EH11 adalah pemenang yang jelas. Kombinasi Bluetooth LDAC, bass bertenaga, bobot ringan, dan parametric EQ ngasih value yang susah dikalahkan di kelas harganya. Moondrop Old Fashioned adalah pilihan solid kalau Anda spesifik pengen wired open-back dengan fokus vokal, tapi secara keseluruhan, EH11 nawarin paket yang lebih lengkap.
Alternatif Kalau Keduanya Nggak Cocok
- Koss Porta Pro Wireless: Ikon retro dengan headband metal yang bisa dilipat. Suara lebih warm tapi kalah di fitur (nggak ada LDAC, nggak ada app EQ). Harga ~$70–100, lebih mahal dari EH11.
- Koss KPH40: Opsi wired ultra-ringan dengan tuning netral. Harga ~$40, lebih murah tapi build minimalis.
- Sennheiser HD 414 (vintage): Buat kolektor sejati. Perlu dicari di pasar second-hand, tanpa fitur modern apa pun.
FAQ
Q: Apakah FiiO EH11 bisa dipakai sambil charging? A: Data nggak tersedia secara eksplisit, tapi mayoritas headphone Bluetooth modern nggak support playback sambil charging lewat USB-C.
Q: Apakah Moondrop Old Fashioned butuh amplifier tambahan? A: Nggak. Dengan impedansi 32Ω dan sensitivitas 109 dB/Vrms, Old Fashioned sangat gampang di-drive — cukup dari HP, laptop, atau dongle DAC sederhana.
Q: Apakah FiiO EH11 support multipoint connection? A: Ya. EH11 support koneksi simultan ke dua perangkat (misal: laptop dan HP) sekaligus.
Q: Mana yang lebih tahan lama — wired atau wireless? A: Secara teoretis, headphone wired kayak Moondrop Old Fashioned nggak punya baterai yang bakal degradasi, jadi bisa bertahan bertahun-tahun lebih lama. Headphone wireless kayak EH11 bergantung pada kesehatan baterai, yang umumnya mulai menurun setelah 2–4 tahun pemakaian rutin.
Q: Apakah kedua headphone ini cocok buat gaming? A: FiiO EH11 punya mode gaming sound effect via app, tapi latency Bluetooth (meski rendah di LDAC) tetap ada. Moondrop Old Fashioned wired nggak punya latency, tapi nggak ada microphone. Buat gaming kompetitif, wired lebih direkomendasikan; buat casual gaming, EH11 cukup memadai.
Penutup
Mitos seputar headphone retro modern sebagian besar adalah warisan dari era ketika teknologi belum sematang sekarang. FiiO EH11 dan Moondrop Old Fashioned membuktikan bahwa desain vintage dan performa modern bisa jalan bareng — dan bahwa “wired vs wireless” bukan lagi pertanyaan hitam-putih. Pilihan ada di tangan Anda: mobilitas dan bass bertenaga, atau kemurnian analog dan fokus vokal. Yang jelas, di kelas harga ini, nggak ada yang salah pilih.
Suka dengan konten ini? Dukung GizmoKita agar terus bisa bikin rangkuman review gadget terbaik untuk kamu 💙
❤️ Dukung KamiSumber: Aftersound Review
Sumber Tambahan
- FiiO EH11 product page — fiio.com
- Moondrop Old Fashioned product page — moondroplab.com
- FiiO EH11 Review — Headfonics
- Moondrop Old Fashioned Review — Headfonics
- FiiO EH11 Review — Pragmatic Audio
- FiiO EH11 Review — Headfonia
- Two Budget Headphones Gun For KOSS’ Crown — Aftermath
- Wired vs wireless headphones: Which should you buy? — SoundGuys
- Moondrop Old Fashioned — Marlim Gear Indonesia






