Punya Poco X7 Pro dan mulai gatal pengin upgrade, tapi takut peningkatannya “sekadar angka”? Di sini kita bedah Poco X8 Pro vs Poco X7 Pro dengan data langsung dari pengujian Youtuber Cupu: skor sintetis, uji game, ketahanan, sampai kamera video selfie. Fokusnya sederhana: mana yang benar-benar kerasa dipakai harian, dan di mana komprominya.
Verdict Editorial
Sintesis opini reviewer gadget yang menyoroti kelebihan dan kompromi utama.
X8 Pro terasa naik kelas di rasa pegang, proteksi, dan kestabilan performa; peningkatannya bukan lompatan, tapi cukup terasa buat pemakaian harian dan gaming 60 fps.
Best for:
-
Pengguna X7 Pro yang mengutamakan build premium dan ketahanan
-
Gamer 60 fps yang butuh kestabilan dan suhu lebih terjaga
-
Pengguna yang butuh baterai lebih awet dan pengisian lebih cepat
Not ideal for:
-
Perekaman video ultra-wide fleksibel (masih terbatas)
-
Pengguna yang butuh eSIM
Final verdict: Upgrade terasa, terutama di build, IP rating, dan kestabilan performa—dengan catatan kamera video wide masih goyang dan fitur eSIM belum ada.
| # | Produk | Harga (est.) | Keunggulan Utama | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Poco X8 Pro | - | Frame metal, IP69K, performa dan stabilitas naik, baterai lebih besar, selfie 1080p60 | Upgrade dari X7 Pro tanpa mengubah ekosistem |
| 2 | Poco X7 Pro | - | Lebih ringan, performa masih dekat, kamera setara | Pengguna puas dengan performa saat ini |
Poco X8 Pro vs Poco X7 Pro: apa yang benar-benar berubah
Poin paling terasa ada di rasa pegang. Youtuber Cupu menyorot frame X8 Pro yang kini metal, punggung fiberglass bertekstur frosted, dan bezel—khususnya dagu—yang lebih tipis hingga tampak nyaris simetris. Modul kamera kini rata dengan aksen garis merah halus, plus “lampu joget” RGB yang bisa diatur untuk telepon, musik, notifikasi, hingga game. Sertifikasi juga naik kelas: dari IP68 di X7 Pro ke IP69K di X8 Pro, jadi urusan air-debu lebih meyakinkan.
Angka performa: Poco X8 Pro vs Poco X7 Pro
Dimensity 8500 Ultra di X8 Pro memberi kenaikan AnTuTu sekitar 9% (2,09 juta vs 1,92 juta di X7 Pro). Di Geekbench, single-core X7 Pro justru sedikit lebih tinggi, sementara multi-core X8 Pro unggul tipis. Yang menarik ada di 3DMark stress test: best loop X8 Pro meningkat sekitar 17% dengan stabilitas naik sekitar 5% dibanding X7 Pro. Artinya, performa X8 Pro cenderung lebih konsisten saat sesi berat yang berkepanjangan.
Gaming: Genshin 59,3 fps dan Wuthering Waves lebih stabil
Dalam Genshin Impact (highest 60 fps), X8 Pro mencatat rata-rata 59,3 fps selama 30 menit. Suhu menapak di sekitar 45 derajat, baterai turun 12%. Di skenario sama, X7 Pro berkisar 50,6 fps dengan suhu mirip. Untuk Wuthering Waves maksimal, X8 Pro menuntaskan 30 menit penuh; grafik mulai fluktuatif di menit ke-6 dan menetap di sekitar 45 fps, suhu lebih adem dari Genshin (sekitar 43,5 derajat), baterai turun 13%. Indikasinya, manajemen daya X8 Pro menjaga suhu lebih aman ketimbang memaksa performa mentok terus.
Di mana baterai 6500 mAh ini benar-benar unggul
Kapasitas naik dari 6000 ke 6500 mAh. Cupu sebelumnya mencatat X7 Pro sanggup SOT sekitar 7 jam setelah setahun pemakaian; dengan kapasitas lebih besar dan efisiensi chipset yang disempurnakan, X8 Pro logisnya memberi napas ekstra. Pengisian juga lebih kencang: kepala charger 100W di paket penjualan, naik 10W dari X7 Pro. Keduanya mendukung wired reverse charging dan belum mendukung wireless charging.
Kamera: hardware sama, kebiasaan lama belum hilang
Konfigurasi tetap: 50MP OIS (IMX882), 8MP ultra-wide, dan 20MP selfie. Kualitas foto menurut Cupu “percaya diri buat sosmed”: warna natural, tajam, HDR umumnya rapi walau sesekali background bisa “putih” saat backlight. Untuk video, peningkatan krusial ada di kamera depan yang kini bisa 1080p60—X7 Pro mentok 1080p30. Video belakang masih sampai 4K60. Catatan penting: lensa wide masih “endut-endutan” saat rekam, dan ultra-wide terkunci di 1080p30 serta hanya bisa pindah lensa on-the-fly pada mode itu. Bagi yang sering vlogging sambil jalan, ini perlu dipertimbangkan.
Software, penyimpanan, dan hal kecil yang terasa
X8 Pro berjalan di HyperOS 3 berbasis Android 16. Iklan masih ada, tapi dari pengalaman Cupu intensitasnya tak terlalu mengganggu (contoh: sisipan di Mi Video, artikel di lockscreen carousel). Getaran haptic terasa padat dan terarah. eSIM belum didukung. Setelah setup awal, dari varian 512GB, sistem memakan sekitar 36GB. Ada lampu RGB yang bisa disetel warna dan tingkat terang—fitur kecil yang membuat notifikasi dan gaming terasa hidup.
Harga, ketersediaan, dan konteks pasar
Varian warna: hijau, hitam, dan putih. Acuan harga Singapura: sekitar 5,4 juta (8/256) dan 6,1 juta (12/512). Untuk Indonesia, harga [HARGA] belum diumumkan saat video Cupu tayang—dan ia mengingatkan tren kenaikan tahun ini sangat mungkin terjadi. Di ekosistem Poco sendiri, X8 Pro Max disinggung sebagai opsi layar lebih besar, chipset 3nm (8500S), dan baterai “rejumbo”—namun itu jalur berbeda. Di sisi lain, Poco F7 menawarkan performa puncak yang lebih tinggi pada uji sintetis, tetapi Cupu kerap menemui kendala overheat di stress test. Jadi pilih jalur stabil atau kejar angka?
Pola opini Youtuber Cupu: apa yang paling kerasa?
Cupu menilai peningkatan paling “berasa” justru di pengalaman fisik: frame metal, build yang solid, dan proteksi IP69K. Peningkatan performa dan baterai memang tipis di atas kertas, tetapi efeknya nyata di kestabilan gaming 60 fps dan daya tahan. Catatan minus yang ia ulang adalah video wide yang masih goyang dan pembatasan ultra-wide di 1080p30, plus absennya eSIM.
Penutup: siapa cocok, siapa sebaiknya tahan dulu?
- Cocok: pengguna X7 Pro yang ingin rasa pegang premium, proteksi ekstra, dan sesi Genshin 60 fps lebih stabil. Fotografer kasual untuk sosmed juga aman.
- Kurang cocok: vlogger yang butuh ultra-wide fleksibel dan stabil; pengguna yang menunggu eSIM.
TL;DR
Poco X8 Pro vs Poco X7 Pro itu “upgrade tipis tapi kerasa”—utamanya di build, IP rating, baterai lebih besar, dan kestabilan performa. Kamera video wide masih belum beres, ultra-wide 1080p30, eSIM belum ada.
Verdict GizmoKita
Layak Dibeli untuk pengguna X7 Pro yang ingin peningkatan rasa pakai dan stabilitas performa tanpa ganti ekosistem.
Alternatif sejalur
Poco F7 (angka performa lebih tinggi, namun Cupu sering kena overheat di stress test). X8 Pro Max bisa dipantau jika butuh layar besar dan baterai jumbo.
FAQ
Apakah upgrade dari X7 Pro ke X8 Pro terasa di gaming?
Ya. Di Genshin, X8 Pro tembus rata-rata 59,3 fps dengan suhu terjaga, sedangkan X7 Pro di kisaran 50,6 fps.
Apakah kamera masih “endut-endutan” saat video?
Di lensa wide, Cupu masih melihat gejala itu. Ultra-wide pun terbatas di 1080p30.
Apakah IP69K berarti aman untuk segala kondisi air?
IP69K memberi proteksi semprot bertekanan/hawa panas lebih baik dari IP68. Tetap ikuti rekomendasi pabrikan dan hindari air asin.
Apakah ada peningkatan berarti di baterai harian?
Kapasitas naik ke 6500 mAh dan performa lebih stabil. Indikasinya waktu main dan SOT berpotensi lebih panjang dari X7 Pro.
Apakah ada eSIM?
Belum. X8 Pro tidak mendukung eSIM menurut pengujian Cupu.
GizmoKita akan terus memantau harga [HARGA] untuk Indonesia. Pantau kanal dan sosial kami untuk update rilis lokal dan tes lanjutan.
Suka dengan konten ini? Dukung GizmoKita agar terus bisa bikin rangkuman review gadget terbaik untuk kamu 💙
❤️ Dukung KamiSumber: Youtuber Cupu






