Bass Tozo H20 terasa tebal tapi gampang muddy, sementara bagian treble di ujung atas kadang terdengar tajam. Kalau Anda ingin tetap pakai H20 tanpa ribet teori audio, ada dua langkah inti yang disarankan reviewer: rapikan mid–sub bass (sekitar 100–200 Hz), dan akali tajamnya 8–10 kHz dengan menurunkan band 6 kHz serta 12 kHz di aplikasi Tozo. Artikel ini merangkum caranya, termasuk langkah impor preset via EQ Zone dan tips volume ideal.
Verdict Editorial
Sintesis opini reviewer gadget yang menyoroti kelebihan dan kompromi utama.
Panduan ini memfokuskan pada pembersihan mid–bass dan penjinakan treble atas agar suara Tozo H20 lebih rapi tanpa kehilangan karakter punchy-nya.
Best for:
- Pemilik H20 yang ingin bass lebih bersih
- Pengguna yang ingin impor preset siap pakai lewat EQ Zone
- Pendengar yang nyaman di volume sedang–pelan
Not ideal for:
- Penyuka volume sangat keras
- Pencari karakter netral tanpa sentuhan EQ
Final verdict:
Ikuti penyesuaian 100–200 Hz dan trik 6–12 kHz, lalu dengarkan di volume moderate–low untuk hasil paling konsisten.
Tabel Referensi Cepat: Titik EQ dan Aksi Inti
| Frekuensi (band di aplikasi) | Aksi di EQ | Penjelasan |
|---|---|---|
| 200 Hz | Turunkan secukupnya | Mengurangi penumpukan mid‑bass agar detail tidak tertutup. |
| 150 Hz | Jika tersedia, turunkan ringan | Merapikan transisi mid‑bass ke sub‑bass. |
| 100 Hz | Jika tersedia, turunkan ringan | Mengurangi kesan boomy agar lebih clean. |
| 20–60 Hz | Opsional: sesuaikan tipis | Menjaga punch tetap ada tanpa berlebih di area terdalam. |
| 6 kHz | Turunkan sedikit | Mengimbangi ketajaman 8–10 kHz yang tidak tersedia sebagai band tersendiri. |
| 12 kHz | Turunkan sedikit | Efek menyilang untuk meredam kilau ujung treble terkait area 8–10 kHz. |
| Volume | Dengarkan di moderate–low | Menjaga treble tidak pedas dan low‑end tetap terkontrol. |
Cek Harga & Ketersediaan
Beli di tokopedia Beli di shopee*Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan marketplace.
Konteks: Karakter H20 dan Batasan EQ Aplikasi
- Karakter default: mid–sub bass cenderung tinggi (sekitar 100–150 Hz) sehingga mudah muddy; ada “spark” tajam di 8–10 kHz.
- Batasan aplikasi: band 8 dan 10 kHz tidak tersedia; lompat dari 6 kHz ke 12 kHz. Solusi praktisnya adalah menurunkan 6 kHz dan 12 kHz untuk mempengaruhi area di antaranya.
- Fitur pendukung: LDAC, Dual Device Connection (multipoint), Low Latency/Gaming Mode, serta baterai panjang (hingga ±79 jam tanpa ANC; ±55 jam dengan ANC).
Semua poin di atas berasal dari temuan reviewer pada unit H20 dan aplikasi Tozo.
Setelan EQ Tozo H20: Prinsip Dasar
Fokusnya dua: kurangi kelebihan di 100–200 Hz, lalu kurangi ketajaman 8–10 kHz dengan memanfaatkan band 6 kHz dan 12 kHz.
Rapikan low‑end:
- Prioritaskan menurunkan 200 Hz (karena band 100/150 Hz bisa jadi tidak tersedia di aplikasi).
- Jika ponsel/aplikasi Anda menyediakan 100/150 Hz, turunkan tipis di sana juga.
- Dengarkan ulang: hentikan saat detail vokal/alat musik mulai muncul tanpa menghilangkan punch.
Turunkan treble atas:
- Turunkan 6 kHz dan 12 kHz sedikit untuk memengaruhi area 8–10 kHz.
- Hindari pemotongan ekstrem agar suara tidak jadi terlalu hangat/tertutup.
Volume:
- Dengarkan di level moderate–low untuk mencegah treble terasa pedas dan low‑end berantakan saat kencang.
Catatan: Reviewer juga menekankan separasi H20 lebih baik dari H10, namun karakter punch mid‑bass tetap dominan; setelan di atas menjaga punch sambil merapikan area yang berlebih.
Langkah Praktis Menyetel di Aplikasi Tozo
- Buka aplikasi Tozo dan sambungkan H20.
- Masuk tab EQ. Pilih mode Custom.
- Turunkan slider 200 Hz secukupnya.
- Jika ada, turunkan ringan 150 Hz dan 100 Hz.
- Turunkan 6 kHz dan 12 kHz sedikit untuk meredam kesan tajam di 8–10 kHz.
- Simpan sebagai preset baru.
Tips cek hasil:
- Putar lagu dengan kick drum/mid‑bass kentara (mis. Kimera – Snarky Puppy).
- Dengarkan vokal pop dengan bagian “airy” untuk menilai ujung treble.
- Lakukan penyesuaian kecil, lalu uji di 2–3 lagu berbeda.
Cara Impor Preset via EQ Zone
Aplikasi Tozo menyediakan EQ Zone untuk berbagi preset pengguna.
- Buka aplikasi Tozo > EQ Zone.
- Filter perangkat ke “Tozo H20”.
- Pilih preset dari kreator yang Anda percaya (reviewer menyebut akan membagikan preset di EQ Zone).
- Impor dan terapkan.
- Dengarkan dan sesuaikan minor tweak sesuai selera/genre.
Keuntungan EQ Zone:
- Start point cepat tanpa menebak‑nebak.
- Tetap fleksibel untuk fine‑tuning sesuai telinga dan volume dengar Anda.
Tips Volume dan Pengujian Harian
- Volume moderate–low memberikan hasil paling stabil untuk H20.
- Di volume keras, treble bisa terasa pedas dan separasi low‑end berpotensi berantakan.
- Uji di beberapa skenario: ruang tenang, kendaraan, dan kantor dengan ANC aktif untuk memastikan setelan tetap konsisten.
Insight GizmoKita
- Cocok untuk: pengguna H20 yang ingin suara lebih rapi tanpa mengubah karakter punch; pendengar yang suka bereksperimen lewat EQ Zone.
- Kurang cocok untuk: pendengar volume tinggi yang enggan menurunkan treble; pencari karakter netral tanpa EQ.
- Trade‑off: pemotongan berlebih di low‑end memang bersih, namun bisa mengurangi rasa gebuk yang jadi ciri H20; penurunan 6/12 kHz yang terlalu agresif dapat membuat kilau atas menghilang.
Ringkasan Cepat (TL;DR)
- Turunkan 200 Hz (prioritas), lalu 150/100 Hz jika tersedia.
- Jinakkan ujung atas dengan sedikit menurunkan 6 kHz dan 12 kHz.
- Dengarkan di volume moderate–low.
- Gunakan EQ Zone untuk impor preset sebagai titik awal, lalu fine‑tune.
Verdict GizmoKita: Layak Dibeli atau Tidak?
Jika Anda sudah memiliki H20, setelan EQ di atas adalah langkah efektif untuk mengatasi muddy dan ketajaman treble tanpa menghilangkan karakter punchy. Untuk pembeli baru yang ingin tuning default netral tanpa EQ, pertimbangkan dulu preferensi Anda terhadap bass.
Alternatif/Opsi Lain (opsional)
- Earfun Tune Pro — Lebih kedap ANC sedikit; sub‑bass terasa lebih dalam; band 8 kHz tersedia di EQ untuk penyesuaian sibilans.
- Soundpeats Space Pro — Treble terasa lebih smooth; earpads tidak dijual resmi; sama‑sama mendukung mode kabel USB‑C.
FAQ
Kenapa bass Tozo H20 terdengar muddy?
Menurut reviewer, area 100–150 Hz naik sehingga menutup detail; kurangi 100–200 Hz di EQ untuk merapikan.
Bagaimana mengatasi treble tajam 8–10 kHz kalau band itu tidak ada di aplikasi?
Turunkan 6 kHz dan 12 kHz sedikit untuk memengaruhi area 8–10 kHz secara menyilang.
Apakah ada preset jadi untuk H20?
Ada di EQ Zone aplikasi Tozo; filter ke Tozo H20 dan impor preset komunitas/kreator.
Volume berapa yang ideal setelah EQ?
Moderate–low, agar treble tidak pedas dan low‑end tetap terkontrol.
Perlu aktifkan LDAC sebelum setel EQ?
Tidak wajib, namun H20 mendukung LDAC; aktifkan jika ingin kualitas codec maksimal, lalu fine‑tune EQ sesuai telinga Anda.
Penutup
Mulai dari pemotongan 200 Hz, lalu rapikan pinggiran atas di 6–12 kHz, dan cek di volume moderate–low. Dengan EQ Zone sebagai titik awal, H20 bisa terdengar lebih bersih tanpa kehilangan punch yang jadi karakternya.
Sumber: Fernanda Gunsan






