Lagi nyari smartphone dengan kamera mumpuni di kisaran Rp5 jutaan? Dua nama ini pasti masuk radar: TECNO Camon 50 Pro yang punya lensa telephoto 3x, dan Redmi Note 15 Pro dengan sensor 200MP-nya yang gede banget. Keduanya punya filosofi berbeda soal zoom—yang satu pakai lensa khusus, yang satunya andalkan resolusi tinggi buat cropping. Nah, pertanyaannya simpel: mana yang beneran kasih hasil foto zoom lebih tajam?
Verdict Editorial
Sintesis opini reviewer gadget yang menyoroti kelebihan dan kompromi utama.
Pilih TECNO Camon 50 Pro jika:
- Zoom optik 3x yang tajam adalah prioritas utama kamu
- Sering motret objek jauh, apalagi di outdoor
- Pengen baterai jumbo 6500 mAh plus layar 144Hz yang super mulus
- Butuh ketahanan ekstra dengan sertifikasi IP69K
Pilih Redmi Note 15 Pro jika:
- Lebih suka fleksibilitas crop dari foto 200MP
- Ngutamain ekosistem HyperOS dengan jaminan update 4 tahun
- Perlu fast charging 45W plus reverse charging
- Udah nyaman sama brand Xiaomi dan layanan after sales-nya yang gampang dicari
Final verdict: Pemenang: TECNO Camon 50 Pro buat fotografi zoom. Lensa telephoto 3x optiknya ngasih detail lebih tajam dan stabil di rentang 3x-10x dibanding cropping 200MP punya Redmi, terutama kalau cahaya kurang bagus.
Tabel Perbandingan Spesifikasi
| Spesifikasi | TECNO Camon 50 Pro 5G | Redmi Note 15 Pro | Pemenang |
|---|---|---|---|
| Harga (8/256GB) | Rp5.499.000 | Rp4.699.000 | Redmi Note 15 Pro |
| Layar | 6,78" AMOLED 144Hz, 1208x2644px | 6,77" AMOLED 120Hz, 1280x2772px | TECNO Camon 50 Pro |
| Chipset | MediaTek Dimensity 7400 Ultimate | MediaTek Dimensity 7400 Ultra | Seri |
| Kamera Utama | 50MP Sony LYT-700C f/1.8 + OIS | 200MP f/1.7 + OIS | Redmi Note 15 Pro (resolusi) |
| Kamera Telephoto | 50MP 3x optik f/2.4 + OIS | Tidak ada (crop digital) | TECNO Camon 50 Pro |
| Kamera Ultrawide | 8MP f/2.2 | 8MP f/2.2 | Seri |
| Kamera Depan | 50MP | 20MP | TECNO Camon 50 Pro |
| Baterai | 6500 mAh, 45W | 6580 mAh, 45W | Seri |
| RAM/Storage | 8/256GB, 12/256GB, 12/512GB | 8/256GB, 12/512GB | Seri |
| OS & Update | Android 16, HiOS 16 (3 tahun OS + 5 tahun security) | Android 15, HyperOS 2 (4 tahun OS) | Redmi Note 15 Pro |
| Sertifikasi | IP69K, MIL-STD-810H | IP66/IP68/IP69K | TECNO Camon 50 Pro |
| Berat | Data tidak tersedia | 210g | Belum dapat ditentukan |
Mengapa Kedua Ponsel Ini Sering Dibandingkan
Perbandingan TECNO Camon 50 Pro vs Redmi Note 15 Pro jadi menarik karena keduanya main di arena yang sama—kisaran Rp4,7-5,5 juta—tapi dengan strategi kamera yang beda banget. TECNO ambil jalur klasik dengan lensa telephoto 3x optik khusus, sesuatu yang jarang banget ada di harga segini. Sementara Redmi Note 15 Pro lebih percaya sama kekuatan sensor 200MP buat bikin zoom lewat cropping digital.
Pertanyaan yang muncul: apa bener 200MP bisa gantiin lensa telephoto? Secara teori sih masuk akal—sensor 200MP yang di-crop ke area 3x masih nyisain sekitar 22MP, lebih dari cukup buat foto berkualitas. Tapi di dunia nyata, optical zoom sama digital zoom itu beda cara kerja dan hasilnya juga beda.
Pemenang: Seri di aspek positioning pasar. Keduanya ngebidik segmen yang sama dengan kelebihan masing-masing.
Perbandingan Kamera: Telephoto Optik vs Cropping 200MP
Ini dia inti dari perbandingan keduanya. TECNO pakai kamera telephoto 50MP dengan focal length 70mm (3x optik), lengkap dengan OIS dan aperture f/2.4. Redmi Note 15 Pro andalkan sensor 200MP Samsung HPE dengan aperture lebih lebar f/1.7 dan sensor 1/1.4 inci yang lebih gede.
Di zoom 3x, lensa telephoto TECNO pakai seluruh area sensor 50MP-nya buat nangkep gambar. Artinya, setiap pixel langsung rekam informasi cahaya dari objek di jarak tersebut. Redmi Note 15 Pro? Dia crop digital dari sensor 200MP, hasilnya sekitar 22MP—masih tinggi sih, tapi ada komprominya.
Berdasarkan prinsip dasar optical zoom vs digital zoom, telephoto optik tetep jaga ketajaman dan detail karena pakai elemen lensa fisik buat perbesar objek. Digital zoom pada dasarnya cuma cropping yang kemudian di-upscale, yang bisa munculin noise dan ngurangin ketajaman, terutama pas cahaya minim.
Buat zoom 5x-10x, TECNO pakai hybrid zoom dari kamera telephoto 3x-nya (gabungan optik + digital), sementara Redmi crop lebih dalam lagi dari sensor 200MP. Di titik ini, keunggulan sensor gede dan resolusi tinggi Redmi mulai keliatan—cropping dari 200MP ke 10x masih nyisain detail yang lumayan. Tapi, aperture yang jadi lebih sempit di hasil crop dan nggak adanya OIS khusus buat jarak segitu bikin TECNO tetep lebih konsisten.
Kalau cahaya bagus, perbedaan keduanya di zoom 3x mungkin nggak terlalu kentara. Tapi begitu cahaya mulai redup, lensa telephoto TECNO dengan OIS dan sensor khususnya langsung keliatan unggul. Sensor 200MP Redmi, meski punya aperture lebih lebar di kamera utama, kehilangan keunggulan ini pas di-crop karena efektif kerja dengan area sensor yang lebih kecil.
Pemenang: TECNO Camon 50 Pro. Lensa telephoto 3x optiknya ngasih foto zoom yang lebih tajam dan konsisten, terutama di rentang 3x-10x dan kondisi low light.
Perbandingan Kamera Utama dan Ultrawide
Di luar urusan zoom, Redmi Note 15 Pro punya keunggulan jelas dengan sensor 200MP-nya. Kamera utama 200MP dengan sensor 1/1.4 inci lebih gede dari 50MP Sony LYT-700C punya TECNO (1/1.56 inci). Dalam mode pixel-binning 16-in-1, Redmi hasilin foto 12.5MP dengan ukuran pixel efektif 2.24μm—lebih gede dari 1.0μm TECNO.
Buat fotografi umum tanpa zoom, Redmi Note 15 Pro kasih fleksibilitas lebih tinggi. Foto 200MP resolusi penuh bikin kamu bisa crop sesuka hati tanpa kehilangan banyak detail. TECNO terbatas di 50MP, yang sebenernya udah cukup buat kebanyakan kebutuhan, tapi ya nggak sefleksibel 200MP.
Keduanya pakai sensor ultrawide 8MP identik dengan aperture f/2.2. Ini jadi titik lemah bersama—resolusi 8MP kerasa ketinggalan zaman di 2025, apalagi dibanding kamera utama dan telephoto yang jauh lebih tinggi. Hasil ultrawide keduanya cukup buat dokumentasi, tapi jangan harap detail setara kamera utama.
Pemenang: Redmi Note 15 Pro buat kamera utama. Sensor 200MP nawarin fleksibilitas cropping dan detail lebih tinggi buat fotografi umum. Seri buat ultrawide—keduanya sama-sama pakai sensor 8MP yang kurang memadai.
Performa dan Layar
Chipset keduanya hampir kembar—MediaTek Dimensity 7400 series dengan skor AnTuTu sekitar 800-900 ribu. TECNO pakai varian “Ultimate” sementara Redmi pakai “Ultra”, tapi perbedaan performa di dunia nyata minimal banget. Keduanya lancar buat main game di 40-45 fps dan multitasking dengan RAM 8-12GB.
Layar TECNO Camon 50 Pro sedikit lebih unggul dengan refresh rate 144Hz dibanding 120Hz Redmi. Resolusi 1208x2644px TECNO (~429 ppi) juga lebih tinggi dari 1280x2772px Redmi (~447 ppi)—meski praktiknya, keduanya sama-sama tajam buat mata manusia. Klaim kecerahan TECNO 4500 nits peak belum ada verifikasi independen, sementara Redmi diklaim 3200 nits peak dengan Corning Gorilla Glass Victus 2 yang lebih premium.
Pemenang: TECNO Camon 50 Pro buat refresh rate. 144Hz lebih smooth buat scrolling dan gaming, meski perbedaan sama 120Hz nggak drastis buat pemakaian sehari-hari.
Baterai, Pengisian, dan Daya Tahan
Kapasitas baterai hampir sama: 6500 mAh TECNO vs 6580 mAh Redmi. Keduanya support fast charging 45W. Perbedaannya ada di fitur tambahan—TECNO nawarin bypass charging (ngurangin degradasi baterai pas gaming sambil charge), sementara Redmi punya reverse wired charging 18W buat ngisi perangkat lain.
Berdasarkan review independen, TECNO Camon 50 Ultra (chipset sama) bertahan 17 jam 36 menit di PCMark battery test, sementara Redmi Note 15 Pro+ bertahan 16 jam 40 menit. Selisih sekitar 1 jam ini nggak signifikan buat pemakaian normal—keduanya gampang tahan seharian penuh.
Pemenang: Seri. Kapasitas dan daya tahan hampir identik, dengan fitur tambahan berbeda yang saling ngimbangin.
Harga dan Value for Money
Redmi Note 15 Pro lebih murah Rp800.000 buat varian 8/256GB (Rp4.699.000 vs Rp5.499.000 TECNO). Buat varian 12/512GB, harga Redmi Rp5.599.000 vs TECNO Rp6.999.000—selisih Rp1.4 juta.
Pertanyaan pentingnya: apa lensa telephoto 3x TECNO worth the premium? Jawabannya tergantung prioritas. Kalau fotografi zoom adalah kebutuhan utama—misalnya buat event, wildlife, atau street photography—maka TECNO nawarin value lebih baik. Telephoto optik adalah fitur yang biasanya cuma ada di flagship Rp10 juta ke atas.
Tapi kalau prioritasnya adalah value keseluruhan, Redmi Note 15 Pro nawarin paket lebih seimbang: harga lebih murah, sensor 200MP fleksibel, ekosistem software lebih matang (HyperOS dengan 4 tahun update OS vs 3 tahun TECNO), dan brand recognition lebih kuat dengan layanan purna jual lebih luas di Indonesia.
Pemenang: Redmi Note 15 Pro buat value keseluruhan. Harga lebih murah dengan spesifikasi kompetitif dan ekosistem lebih matang. TECNO menang buat value spesifik fotografi zoom.
Software dan Ekosistem
HyperOS 2 Redmi berbasis Android 15 dengan jaminan 4 tahun update OS. HiOS 16 TECNO berbasis Android 16 dengan jaminan 3 tahun update OS + 5 tahun security patch. Dalam hal dukungan jangka panjang, Redmi sedikit lebih unggul.
Ekosistem Xiaomi juga lebih matang dengan integrasi Mi Home, layanan cloud, dan aksesori yang lebih luas. TECNO punya fitur AI Ella dan beberapa fitur kamera AI, tapi belum sebanding sama ekosistem Xiaomi yang udah established.
Pemenang: Redmi Note 15 Pro. Ekosistem software dan dukungan update lebih panjang kasih value jangka panjang lebih baik.
Siapa yang Harus Beli Mana?
Beli TECNO Camon 50 Pro jika:
- Fotografi zoom adalah prioritas utama dan sering motret objek jarak jauh
- Pengen hasil zoom 3x-10x yang tajam dan konsisten tanpa andalin cropping
- Butuh layar 144Hz buat gaming atau scrolling lebih smooth
- Ngehargain sertifikasi IP69K dan MIL-STD-810H buat ketahanan ekstrem
- Nggak masalah sama ekosistem software yang kurang matang
Beli Redmi Note 15 Pro jika:
- Pengen fleksibilitas fotografi dengan sensor 200MP buat cropping bebas
- Budget lebih terbatas dan cari value terbaik di kelas harga ini
- Lebih ngutamain ekosistem software matang dengan update panjang
- Udah terbiasa sama produk Xiaomi dan pengen layanan purna jual lebih mudah
- Fotografi zoom bukan kebutuhan utama sehari-hari
Rekap Pemenang per Kategori
- Kamera Zoom (3x-10x): TECNO Camon 50 Pro (telephoto optik)
- Kamera Utama: Redmi Note 15 Pro (200MP lebih fleksibel)
- Kamera Ultrawide: Seri (keduanya 8MP)
- Layar: TECNO Camon 50 Pro (144Hz)
- Performa: Seri (chipset hampir identik)
- Baterai: Seri (kapasitas dan daya tahan setara)
- Harga: Redmi Note 15 Pro (lebih murah Rp800.000)
- Software: Redmi Note 15 Pro (ekosistem lebih matang)
- Ketahanan: TECNO Camon 50 Pro (IP69K + MIL-STD-810H)
TL;DR
TECNO Camon 50 Pro menang buat fotografi zoom dengan lensa telephoto 3x optik yang ngasih detail lebih tajam di jarak 3x-10x. Redmi Note 15 Pro nawarin value keseluruhan lebih baik dengan harga lebih murah, sensor 200MP fleksibel, dan ekosistem software lebih matang. Pilih TECNO kalau zoom adalah prioritas, pilih Redmi buat paket lengkap dengan harga lebih terjangkau.
Verdict: Mana yang Layak Dibeli?
Pemenang: TECNO Camon 50 Pro buat fotografi zoom, Redmi Note 15 Pro buat value keseluruhan.
Kalau fotografi zoom adalah kebutuhan utama—event, konser, wildlife, atau street photography—TECNO Camon 50 Pro adalah pilihan yang jelas. Lensa telephoto 3x optiknya ngasih foto lebih tajam dan konsisten dibanding cropping 200MP, terutama pas cahaya kurang ideal. Fitur ini biasanya cuma ada di flagship Rp10 juta ke atas, jadi TECNO nawarin value luar biasa buat niche spesifik ini.
Tapi buat pengguna umum yang pengen smartphone serba bisa dengan harga lebih terjangkau, Redmi Note 15 Pro adalah pilihan lebih rasional. Sensor 200MP nawarin fleksibilitas tinggi buat fotografi umum dan cropping setelah motret. Ekosistem HyperOS yang lebih matang, update lebih panjang, dan layanan purna jual lebih luas bikin Redmi lebih aman sebagai investasi jangka panjang.
Selisih harga Rp800.000 (varian 8/256GB) cukup signifikan. Pertanyaannya sederhana: apa kamu beneran butuh telephoto optik? Kalau iya, bayar premium buat TECNO. Kalau nggak, hemat uang dengan Redmi dan dapetin paket keseluruhan lebih seimbang.
Alternatif jika Keduanya Tidak Cocok
Kalau budget lebih fleksibel dan pengen kamera zoom lebih ekstrem, pertimbangkan flagship dengan telephoto 5x atau 10x kayak Samsung Galaxy S24 Ultra atau Xiaomi 14 Ultra—meski harganya melompat ke Rp15-20 juta.
Buat budget lebih ketat, Redmi Note 14 Pro 5G (generasi sebelumnya) masih dijual sekitar Rp3,9 juta dengan spesifikasi kompetitif, meski tanpa sensor 200MP atau telephoto optik.
FAQ
1. Apakah 200MP Redmi Note 15 Pro bisa menggantikan lensa telephoto?
Buat zoom 2x-3x pas cahaya bagus, cropping 200MP ngasih hasil cukup baik dan mendekati telephoto optik. Tapi buat zoom 5x ke atas atau kondisi low light, telephoto optik TECNO Camon 50 Pro tetep lebih unggul dalam ketajaman dan konsistensi.
2. Mana yang lebih baik untuk fotografi malam hari?
TECNO Camon 50 Pro lebih baik buat zoom malam hari karena lensa telephoto punya OIS dedicated. Buat fotografi malam tanpa zoom, Redmi Note 15 Pro sedikit unggul dengan sensor 200MP yang lebih besar dan aperture f/1.7 lebih lebar.
3. Berapa zoom maksimal yang masih menghasilkan foto tajam?
TECNO Camon 50 Pro: sampai 10x masih cukup tajam berkat telephoto optik 3x + hybrid zoom. Redmi Note 15 Pro: sampai 4x-5x masih baik dengan cropping 200MP, di atas itu mulai keliatan degradasi.
4. Apakah layar 144Hz TECNO benar-benar lebih baik dari 120Hz Redmi?
Buat scrolling dan gaming, 144Hz kerasa sedikit lebih smooth. Tapi perbedaannya nggak drastis—120Hz Redmi udah sangat nyaman buat pemakaian sehari-hari. Bukan deal-breaker.
5. Mana yang lebih awet untuk penggunaan jangka panjang?
Redmi Note 15 Pro lebih aman dengan update 4 tahun OS dan ekosistem Xiaomi yang lebih established. TECNO nawarin 5 tahun security patch tapi cuma 3 tahun OS update, dan ekosistem software masih berkembang.
Penutup
Perbandingan TECNO Camon 50 Pro dan Redmi Note 15 Pro membuktikan bahwa nggak ada jawaban universal buat “smartphone kamera terbaik”. TECNO unggul buat fotografi zoom dengan telephoto optik 3x yang jarang ditemukan di kelas harga ini. Redmi nawarin paket lebih seimbang dengan sensor 200MP fleksibel, harga lebih murah, dan ekosistem lebih matang.
Keputusan akhir balik lagi ke prioritas personal: apa kamu butuh zoom optik dedicated, atau lebih ngehargain fleksibilitas dan value keseluruhan? Kedua pilihan adalah smartphone solid di segmen Rp5 jutaan—tinggal sesuaikan sama kebutuhan spesifik kamu.
Suka dengan konten ini? Dukung GizmoKita agar terus bisa bikin rangkuman review gadget terbaik untuk kamu 💙
❤️ Dukung Kami