Kalau kamu lagi berburu headphone ANC over-ear dengan budget di bawah sejuta, pasti tahu rasanya bingung milih. Fiio EH13, Earfun Tune Pro, sama Tozo H20 — tiga nama ini terus muncul di forum-forum audio budget Indonesia. Masing-masing punya jagoan sendiri: ada yang suaranya bisa di-tweak sampai sempurna, ada yang nyaman banget buat yang pakai kacamata, ada juga yang fiturnya selengkap toko serba ada. Artikel ini bakal bedah tuntas ketiganya pakai data asli, bukan cuma “katanya” atau “menurut saya”. Biar kamu nggak salah pilih.
Kenapa Ketiga Headphone Ini Jadi Langganan Dibanding-bandingin?
Di kisaran harga Rp800 ribu sampai Rp1 juta, ketiga headphone ini duduk manis di zona yang sama: over-ear dengan ANC hybrid, baterai tahan lama, dan fitur-fitur yang biasanya cuma ada di headphone Rp2 jutaan ke atas. Ketiganya nawarin LDAC (atau setidaknya Hi-Res Audio), aplikasi dengan EQ custom, dan desain foldable yang gampang dibawa-bawa.
Yang bikin perbandingan ini seru: nggak ada yang menang telak di semua aspek. Masing-masing punya satu keunggulan yang bikin dia cocok buat tipe pengguna tertentu. Jadi keputusan belinya bakal sangat personal — tergantung kamu butuh apa.
Tabel Perbandingan Spesifikasi
| Spesifikasi | Fiio EH13 (FiiO) | Earfun Tune Pro | Tozo H20 | Pemenang |
|---|---|---|---|---|
| Harga (Indonesia) | ~Rp899.000 | ~Rp1.050.000 (sale ~Rp800rb) | Rp800.000–999.000 | Tozo H20 (harga diskon) |
| Driver | 40mm dynamic, sapphire-coated diaphragm | Dual driver: 40mm PET + 10mm LCP | 40mm dynamic, DLC diaphragm | Seri |
| ANC | Hybrid, -42dB, 3 level | Hybrid, -45dB, multi-mode (Comfort/Strong/Wind) | Smart Adaptive Hybrid, -45dB | Earfun Tune Pro |
| Codec Bluetooth | LDAC, AAC, SBC | AAC, SBC | LDAC, AAC, SBC | Fiio EH13 / Tozo H20 |
| Bluetooth | 6.0 | 5.4 | 6.0 | Fiio EH13 / Tozo H20 |
| Baterai (ANC off/on) | 75h / 45h | 120h / 80h | 90h / 55h | Earfun Tune Pro |
| Charging | USB-C, ~2 jam | USB-C, ~3 jam, quick charge 10 mnt = 10 jam | USB-C, ~1,5 jam | Earfun Tune Pro (quick charge) |
| Bobot | ~278g | ~290g | ~254,5g | Tozo H20 |
| Clamping Force | ~580g (4.2N) | Data tidak tersedia | Data tidak tersedia | Belum dapat ditentukan |
| USB-C Audio (DAC) | Tidak ada | Ya (24-bit/96kHz) | Ya (wired mode) | Earfun Tune Pro / Tozo H20 |
| 3.5mm Jack | Ya | Ya | Ya | Seri |
| Multipoint | Ya (2 device) | Ya (2 device) | Ya (2 device) | Seri |
| EQ | Parametric EQ 10-band (FiiO Control) | 10-band EQ + 30+ presets | 10-band EQ + EQ Zone (community presets) | Fiio EH13 (parametric) |
| Gaming Mode | Ya | Ya | Ya | Seri |
| Sertifikasi | Hi-Res Audio + Hi-Res Audio Wireless | Hi-Res Audio (wired) | Hi-Res Audio Wireless | Fiio EH13 |
| Earpads | Protein leather, replaceable | Data tidak tersedia | Protein leather, replaceable, cross-compatible H10, tersedia resmi | Tozo H20 |
| Mikrofon | ENC | 5-mic AI ENC | Tri-Mic ENC | Fiio EH13 |
| Carrying Case | Tidak ada | Tidak ada | Tidak ada | Seri |
Kualitas Suara
Fiio EH13 — Butuh Usaha, Tapi Hasilnya Gila
Dari ketiga kandidat, Fiio EH13 paling high maintenance. Tuning bawaannya agak boxy di rentang 100–500 Hz, mid-bass lumayan dominan. Sub-bass sih asyik kalau volume rendah sampai sedang, treble aman nggak bikin telinga sakit, tapi mid-range agak ketutupan. Jadi kalau baru unboxing, jangan kaget kalau belum langsung jatuh cinta.
Tapi ini dia: parametric EQ 10-band jadi senjata rahasianya. Beda sama graphic EQ biasa, parametric EQ kasih kamu kontrol penuh — gain, frekuensi target, bahkan bandwidth (Q). Fleksibilitas kayak gini langka banget di harga segini. Setelah kamu ngutak-atik 2–3 jam, suara Fiio EH13 bisa berubah total — lebih luas, lebih jernih, lebih terkontrol.
Keunggulan lain yang sering dilupain: volume linearity-nya bagus banget. Bahkan setelah kompensasi preamp gain di EQ, headphone ini tetap bisa kencang tanpa distorsi — lebih unggul dari Earfun Tune Pro. LDAC via Bluetooth 6.0 juga bikin transmisi audio resolusi tinggi tetap stabil.
Catatan penting: ada bug di mana kalau kamu aktifin EQ, tonal default-nya malah jadi lebih muddy. Solusinya harus reset dan apply ulang. FiiO belum kasih kepastian kapan firmware fix-nya keluar.
Earfun Tune Pro — Bersih, Natural, Tanpa Ribet
Earfun Tune Pro pakai konfigurasi dual-driver (40mm PET + 10mm LCP) yang ngasih suara cenderung bersih dan natural. Bassnya nggak berlebihan, mid-range jelas, treble cukup detail tapi nggak bikin sibilant. Profil suara yang langsung enak didengar tanpa sentuhan EQ — cocok banget buat yang nggak mau pusing.
Kekurangannya: tanpa LDAC, cuma SBC dan AAC. Buat telinga yang kritis, ini bisa jadi batasan. Tapi buat streaming Spotify atau YouTube, perbedaannya nggak terlalu kerasa. Mode USB-C audio (24-bit/96kHz) tersedia sebagai kompensasi — fitur yang nggak dimiliki Fiio EH13.
Tozo H20 — Punchy tapi Perlu Rem
Tozo H20 punya karakter bass paling in-your-face. Mid-bass di sekitar 100 Hz terasa punchy dan dominan — cocok banget buat penggemar EDM, hip-hop, atau K-pop. Tapi di volume tinggi, suara bisa jadi muddy dan separasi rendah kurang rapi. Ada sharpness di 8–10 kHz yang bisa bikin telinga cepat lelah.
Kabar baiknya: Tozo H20 support LDAC dan punya 10-band EQ dengan fitur EQ Zone — kamu bisa pakai preset dari komunitas. Tapi ada batasannya: band EQ melompat dari 6 kHz ke 12 kHz, jadi area 8–10 kHz yang tajam susah diredam secara presisi.
Pemenang: Fiio EH13 — dengan syarat kamu mau nyetel parametric EQ. Tanpa EQ, Earfun Tune Pro lebih enak langsung dari kotak.
ANC & Transparansi
Earfun Tune Pro nunjukin taringnya di bagian ini. Dengan hybrid ANC sampai -45 dB dan beberapa mode (Comfort, Strong, Wind Noise), Tune Pro meredam kebisingan low-frequency kayak mesin pesawat dan traffic dengan efektif. Yang lebih penting, Tune Pro sedikit lebih baik dalam meredam suara frekuensi tinggi kayak percakapan dan ketikan keyboard — dikonfirmasi sama beberapa reviewer independen.
Fiio EH13, dengan ANC -42 dB, terasa “tipis.” Di level maksimal, peredamannya nggak terlalu kedap. Mode transparansi juga kurang terbuka dan volume ambient kurang di-boost. Nggak ada white noise atau hiss yang mengganggu sih, tapi secara keseluruhan ANC Fiio EH13 adalah titik terlemahnya.
Tozo H20 hadir dengan Smart Adaptive ANC -45 dB yang nyesuain level peredaman secara otomatis. Performanya lumayan — cukup buat kantor dan komuter, tapi bukan yang terbaik di kelasnya. Mode transparansi tersedia, tapi bukan yang paling oke.
Pemenang: Earfun Tune Pro — ANC paling efektif, terutama buat frekuensi tinggi.
Kenyamanan untuk Pemakai Kacamata
Pertanyaan yang paling sering muncul: headphone yang nggak bikin sakit buat yang pakai kacamata itu yang mana?
Jawabannya tegas: Earfun Tune Pro. Beberapa reviewer secara eksplisit nyebut Tune Pro sebagai yang paling nyaman buat pemakai kacamata, termasuk yang framenya tebal. Clamping force nggak berlebihan, bantalan headband empuk, dan earcups cukup lega.
Fiio EH13 punya clamping force sekitar 580g (4.2N) — nggak terlalu menjepit, tapi headband-nya nggak otomatis nyesuain (harus ditarik manual). Buat kacamata tipis, masih nyaman. Tapi buat kacamata tebal, reviewer lebih nyaranin Earfun Tune Pro. Earpads protein leather Fiio EH13 bisa diganti, tapi materialnya mungkin terasa gerah kalau dipake lama.
Tozo H20 adalah yang paling ringan di 254,5g — hampir 36g lebih ringan dari Tune Pro. Desain ergonomis dengan rotasi 90° dan headband adjustable bikin dia nyaman buat sesi panjang. Earpads protein leather-nya cross-compatible dengan H10 dan tersedia resmi di pasaran — nilai plus buat jangka panjang.
Pemenang: Earfun Tune Pro — paling direkomendasikan buat pemakai kacamata, terutama yang framenya tebal.
Kualitas Mikrofon
Berdasarkan pengujian langsung di kondisi outdoor, urutannya jelas:
- Fiio EH13 — mikrofon paling bagus, suara jernih di kondisi outdoor
- Tozo H20 — setara dengan Fiio EH13, Tri-Mic ENC bekerja baik
- Earfun Tune Pro — cukup baik, tapi bukan yang terbaik
Earfun Tune Pro punya sistem 5-mikrofon dengan AI ENC. Dalam kondisi tenang, suara terdengar jelas. Tapi dalam kebisingan sedang sampai tinggi, suara ambient mulai mengganggu. Dalam kondisi berangin, mikrofon Tune Pro praktis nggak bisa dipakai.
Tozo H20 mengandalkan Tri-Mic ENC dengan algoritma AI voice separation. Klaim resmi bilang efektif buat meeting profesional, tapi data pengujian independen masih terbatas.
Pemenang: Fiio EH13 — mikrofon paling jernih berdasarkan pengujian langsung.
Baterai & Fitur Tambahan
Baterai
| ANC Off | ANC On | Quick Charge | |
|---|---|---|---|
| Earfun Tune Pro | 120 jam | 80 jam | 10 mnt = 10 jam |
| Tozo H20 | 90 jam | 55 jam | Tidak ada |
| Fiio EH13 | 75 jam | 45 jam | Tidak ada |
Earfun Tune Pro adalah rajanya baterai. Dengan 1100mAh, headphone ini bisa nemenin perjalanan Jakarta-Surabaya PP tanpa di-charge. Quick charge 10 menit buat 10 jam playback adalah fitur yang sangat praktis.
Pemenang Baterai: Earfun Tune Pro.
Fitur Konektivitas
Tozo H20 unggul di sini: LDAC + Bluetooth 6.0 + USB-C wired mode + 3.5mm + multipoint + low-latency gaming mode. Ditambah EQ Zone dengan preset komunitas dan earpads resmi yang mudah dibeli — ini paket paling lengkap.
Fiio EH13 punya parametric EQ superior, LDAC, dan Bluetooth 6.0 – tapi nggak ada USB-C audio/DAC mode. Ini berarti kamu nggak bisa colok langsung ke USB-C smartphone atau laptop buat audio digital.
Earfun Tune Pro punya USB-C audio (24-bit/96kHz) yang versatile, tapi tanpa LDAC dan masih Bluetooth 5.4.
Pemenang Fitur: Tozo H20.
Siapa yang Harus Beli Mana?
Beli Fiio EH13 jika:
- Kamu audio enthusiast yang nggak keberatan ngabisin waktu nyetel parametric EQ demi suara terbaik.
- Kamu sering telepon di luar ruangan dan butuh mikrofon jernih.
- ANC bukan prioritas utama.
- Kamu pengen volume paling kencang tanpa distorsi.
Beli Earfun Tune Pro jika:
- Kamu komuter harian yang butuh ANC efektif buat kereta, bus, atau pesawat.
- Kamu pakai kacamata tebal dan trauma sama headphone yang nyiksa pelipis.
- Kamu pengen baterai paling awet dan fitur quick charge.
- Kamu suka suara yang langsung enak tanpa otak-atik EQ.
Beli Tozo H20 jika:
- Kamu pengen fitur selengkap mungkin: LDAC, Bluetooth 6.0, USB-C wired, EQ Zone komunitas.
- Kamu suka bass punchy dan nggak keberatan nyetel EQ buat meredam treble.
- Kamu peduli sama ketersediaan suku cadang resmi (earpads).
- Kamu pengen headphone paling ringan di antara ketiganya.
Penutup
Rekap Pemenang per Kategori
- Kualitas Suara (dengan EQ): Fiio EH13
- Kualitas Suara (out-of-box): Earfun Tune Pro
- ANC: Earfun Tune Pro
- Kenyamanan (pemakai kacamata): Earfun Tune Pro
- Mikrofon: Fiio EH13
- Baterai: Earfun Tune Pro
- Fitur & Konektivitas: Tozo H20
- Bobot: Tozo H20
- Harga (diskon): Tozo H20
TL;DR
Nggak ada yang menang semua. Fiio EH13 adalah pilihan buat telinga kritis yang mau “memasak” sendiri suaranya. Earfun Tune Pro adalah all-rounder paling aman — ANC oke, nyaman, baterai gila-gilaan. Tozo H20 adalah paket fitur paling lengkap dengan harga paling bersaing.
Verdict Akhir
Nggak ada pemenang absolut. Kalau cuma bisa beli satu dan nggak mau pusing: Earfun Tune Pro. ANC terbaik, paling nyaman buat pemakai kacamata, baterai 120 jam, dan suara langsung enak. Ini rekomendasi paling aman buat mayoritas pengguna.
Tapi kalau kamu peduli banget sama kualitas suara dan rela nyetel EQ: Fiio EH13 bisa ngasih hasil yang nggak bisa ditandingi Earfun maupun Tozo. Parametric EQ 10-band di harga Rp899 ribu adalah value luar biasa.
Dan kalau kamu pengen semua fitur — LDAC, Bluetooth 6.0, USB-C audio, EQ Zone, earpads replaceable — Tozo H20 adalah jawabannya.
Alternatif Lain
- Soundpeats Space Pro: Alternatif di harga serupa dengan LDAC dan spatial audio. Cocok kalau pengen opsi keempat.
- Anker Soundcore Space One: Sedikit di atas Rp1 juta saat diskon, ANC lebih baik, tapi suara cenderung bass-heavy.
- Sony WH-CH720N: Kalau budget bisa naik sedikit ke Rp1,2–1,5 juta, dapat ANC Sony yang legendary.
FAQ
Q: Apakah Fiio EH13 sama dengan FiiO EH13? A: Ya. Fiio EH13 adalah FiiO EH13 yang dipasarkan lewat distributor lokal Indonesia (Intium Indonesia). Spesifikasi dan kualitas identik.
Q: Mana yang paling cocok buat gaming? A: Ketiganya punya gaming mode low-latency. Tapi buat competitive gaming yang butuh latency sangat rendah, koneksi wired (3.5mm atau USB-C) tetap lebih disarankan. Earfun Tune Pro dan Tozo H20 punya USB-C audio yang bisa jadi nilai plus.
Q: Apakah earpads ketiga headphone bisa diganti? A: Ya, ketiganya bisa. Tapi cuma Tozo H20 yang punya earpads resmi yang mudah dibeli di marketplace Indonesia dan cross-compatible dengan seri sebelumnya (H10).
Q: Apakah ada yang sudah include carrying case? A: Sayangnya, nggak ada. Ketiganya cuma nyertain kabel charging dan kabel audio 3.5mm. Kamu perlu beli case terpisah.
Q: Mana yang paling cocok buat mahasiswa? A: Earfun Tune Pro — baterai 120 jam berarti bisa dipake seminggu penuh tanpa charge, ANC efektif buat belajar di perpustakaan atau kafe, dan nyaman buat sesi panjang.
Suka dengan konten ini? Dukung GizmoKita agar terus bisa bikin rangkuman review gadget terbaik untuk kamu 💙
❤️ Dukung KamiSumber: Fernanda Gunsan
Sumber Tambahan
- FiiO EH13 Official Product Page
- FiiO EH13 FAQ Summary
- EarFun Tune Pro Official Product Page
- TOZO H20 Official Product Page
- GSMArena — EarFun Tune Pro Review
- HeadphoneCheck — EarFun Tune Pro Review
- HiFi Oasis — EarFun Tune Pro Review
- Pragmatic Audio — FiiO EH13 Review
- Headfonics — FiiO EH13 Review
- Gizmokita — Tozo H20 vs Earfun Tune Pro ANC Battle
- Gizmokita — Headphones ANC 1 Million Comparison
- Suara.com — FiiO EH13 di Bawah Rp1 Juta
- Tokopedia — TOZO Official Store






